Ungkap.co.id – Bupati Bungo, H. Dedy Putra, bersama Wakil Bupati, Tri Wahyu Hidayat, bergerak cepat meninjau sejumlah titik lokasi banjir yang merendam beberapa wilayah di Kabupaten Bungo.
Kehadiran pimpinan daerah ini guna memastikan langkah penanganan bencana berjalan optimal dan logistik bantuan bagi warga terdampak dapat segera tersalurkan.
Tak hanya meninjau banjir, Bupati Dedy Putra dan Wabup Tri Wahyu Hidayat juga menyambangi langsung kediaman korban bencana tanah longsor di Dusun Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal. Peristiwa pilu tersebut dilaporkan telah menewaskan dua orang warga setempat.
Di sela-sela kunjungannya, suasana haru menyelimuti pertemuan saat Bupati menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga mendiang korban.
“Kami atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Bungo turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini,” ujar Bupati dengan nada penuh empati, Jum’at (15/5/2026).
Baca Juga : Narkotika Jenis Baru Masuk Jalur Jambi, Ditresnarkoba Gagalkan Senilai Rp25,9 Miliar
Sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab pemerintah daerah, Bupati dan Wakil Bupati juga menyerahkan sejumlah bantuan secara langsung kepada keluarga korban serta warga yang terdampak bencana.
Pemerintah Kabupaten Bungo mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berkemungkinan terjadi di wilayah tersebut.
Sekedar diketahui bahwa peristiwa tersebut terjadi akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan kondisi tanah menjadi labil hingga longsor menimpa rumah korban. Dalam kejadian itu, dua anak pasangan Yukamri dan Suryani meninggal dunia setelah tertimbun reruntuhan tanah dan puing bangunan.
Proses evakuasi berlangsung dramatis dengan bantuan alat berat excavator untuk merobohkan bagian rumah agar korban dapat ditemukan. Evakuasi melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kapolres Bungo, Dandim 0416/Bute, BPBD, Satpol PP, Sekda, Camat, Kapolsek, Datuk Rio, BPD, hingga masyarakat setempat.
Suryani berhasil diselamatkan meski mengalami patah tulang, sementara Yukamri selamat dari musibah tersebut. Namun keduanya harus menerima kenyataan pahit kehilangan putra dan putri tercinta.
Korban pertama, Arya (10), siswa kelas 4 SD Negeri 84 Empelu, ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat tertimbun longsor. Sementara adiknya yang masih berusia sekitar 5 tahun dan duduk di bangku TK sempat ditemukan dalam kondisi bernyawa, namun akhirnya menghembuskan napas terakhir saat mendapat perawatan di RSUD Hanafie Bungo.
Pada Kamis (14/5/2026), sekitar pukul 10.00 WIB, prosesi pemakaman kedua korban dilaksanakan di Tempat Pemakaman Umum Dusun Empelu. Suasana haru dan isak tangis keluarga serta warga mengiringi prosesi peristirahatan terakhir kedua anak tersebut.
Jenazah Arya dibawa menggunakan keranda, sedangkan sang adik digendong keluarga menuju lokasi pemakaman. Kedua makam dibuat berdampingan sebagai bentuk kasih sayang keluarga terhadap kakak beradik tersebut. (***)



