Pemdus Empelu Minta Warga Bahu-membahu Bantu Korban Tanah Longsor

Tim SAR saat melakukan pencarian terhadap korban longsor di Kampung Pulau Indah, Dusun Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo. (Ist)

Ungkap.co.id Pemerintah Dusun Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Jambi melaksanakan rapat musyawarah terkait dua warga dusun yang meninggal dunia akibat musibah tertimbun tanah longsor beberapa hari lalu.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Datuk Rio Empelu, H. M. Thohir bersama perangkat desa, BPD, dan seluruh unsur pemerintahan Dusun. Menariknya juga turut hadir Korwil lV dan kepala sekolah.

Bacaan Lainnya

Rio Dusun Empelu, H. M Thohir mengatakan bahwa musyawarah yang diadakan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah dusun dan masyarakat terhadap musibah tanah longsor yang menimpa Yukamri sekeluarga hingga membuat kedua anaknya meninggal dunia.

“Kami sudah bersepakat dan secara resmi membuka pintu donasi bagi seluruh warga Dusun Empelu, baik yang berada di kampung halaman, di Kabupaten Bungo, maupun para perantau yang berada di Kota Jambi dan sekitarnya,” katanya, Jum’at sebagaiman rilis yang diterima redaksi.

Pemerintah Dusun Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Jambi melaksanakan rapat musyawarah terkait dua warga dusun yang meninggal dunia akibat musibah tertimbun tanah longsor beberapa hari lalu. (Ist)

Lanjutnya, panitia khusus telah dibentuk untuk mengkoordinasikan bantuan dan akan segera bergerak ke lapangan. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, akan menjadi penyambung harapan bagi para korban.

Baca Juga : Longsor di Jalan Bangko-Kerinci, BPJN Jambi Kerahkan 2 Unit Alat Berat

“Tak ada beban yang berat jika dipikul bersama, tak ada jalan yang jauh jika melangkah bersama. Mari kita bahu-membahu, meringankan beban sesama warga kita,” ujarnya.

Sekedar diketahui bahwa peristiwa tersebut terjadi akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan kondisi tanah menjadi labil hingga longsor menimpa rumah korban. Dalam kejadian itu, dua anak pasangan Yukamri dan Suryani meninggal dunia setelah tertimbun reruntuhan tanah dan puing bangunan.

Proses evakuasi berlangsung dramatis dengan bantuan alat berat excavator untuk merobohkan bagian rumah agar korban dapat ditemukan. Evakuasi melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kapolres Bungo, Dandim 0416/Bute, BPBD, Satpol PP, Sekda, Camat, Kapolsek, Datuk Rio, BPD, hingga masyarakat setempat.

Suryani berhasil diselamatkan meski mengalami patah tulang, sementara Yukamri selamat dari musibah tersebut. Namun keduanya harus menerima kenyataan pahit kehilangan putra dan putri tercinta.

Korban pertama, Arya (10), siswa kelas 4 SD Negeri 84 Empelu, ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat tertimbun longsor. Sementara adiknya yang masih berusia sekitar 5 tahun dan duduk di bangku TK sempat ditemukan dalam kondisi bernyawa, namun akhirnya menghembuskan napas terakhir saat mendapat perawatan di RSUD Hanafie Bungo.

Pada Kamis (14/5/2026), sekitar pukul 10.00 WIB, prosesi pemakaman kedua korban dilaksanakan di Tempat Pemakaman Umum Dusun Empelu. Suasana haru dan isak tangis keluarga serta warga mengiringi prosesi peristirahatan terakhir kedua anak tersebut.

Jenazah Arya dibawa menggunakan keranda, sedangkan sang adik digendong keluarga menuju lokasi pemakaman. Kedua makam dibuat berdampingan sebagai bentuk kasih sayang keluarga terhadap kakak beradik tersebut. (***)

Pos terkait