Silaturahmi GPIB dan Kapolda Jambi, Meneguhkan Nilai Iman dan Damai

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) melaksanakan silaturahmi bersama Kapolda Jambi, Irjen Pol Krisno H. Siregar, yang berlangsung di ruang kerja Kapolda Jambi, Rabu (6/5/2026). (IR)

Ungkap.co.id Dalam suasana penuh hikmat dan kekeluargaan, Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) melaksanakan silaturahmi bersama Kapolda Jambi, Irjen Pol Krisno H. Siregar, yang berlangsung di ruang kerja Kapolda Jambi, Rabu (6/5/2026).

Kedatangan Ketua BP Mupel GPIB Provinsi Jambi, Pdt. Wilem Esau Talakua (Teol) KMJ GPIB Marturia Jambi didampingi Pnt. Laurent S. Aritonang Sekretaris PHMJ GPI sekaligus Sekretaris BP Mupel GPIB, Pnt. Ferdinand Efrata,Ketua 1 PHMJ GPIB Marturia Jambi, Pnt. Paian Rumahorbo Ketua Panitia Palembagaan Bajem Agape Mersam.

Bacaan Lainnya

Dalam Kesempatan tersebut, Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno Halomoan Siregar turut didampingi Irwasda Kombes Pol Jannus Parlindungan Siregar, Dirintelkam Kombes Pol Yuli Haryudo, Dirbinmas Kombes Pol Henky Poerwanto.

Pertemuan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana memperkuat nilai-nilai keimanan, kasih, dan persaudaraan lintas elemen masyarakat.

Dalam balutan nuansa religius, dialog yang terjalin mencerminkan semangat kebersamaan dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman.

Baca Juga : Outing Class Remaja Gereja Katolik St. Gregorius Agung ke Mako Brimob Polda Jambi

Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar menegaskan bahwa peran gereja dan tokoh agama sangat penting dalam menanamkan nilai moral dan spiritual di tengah masyarakat.

“Keimanan yang kuat akan melahirkan kedamaian. Ketika nilai kasih, pengampunan, dan persaudaraan terus ditanamkan, maka masyarakat akan hidup dalam harmoni. Kami percaya, gereja memiliki peran besar dalam membimbing umat untuk menjadi pembawa damai,” ujarnya.

Krisno juga menambahkan bahwa sinergi antara kepolisian dan lembaga keagamaan merupakan fondasi penting dalam menjaga ketertiban dan mencegah potensi konflik sosial.

“Tugas menjaga keamanan bukan hanya milik aparat, tetapi panggilan bersama. Melalui pendekatan keagamaan, kita dapat menyentuh hati masyarakat untuk menjauhi perpecahan dan memperkuat persatuan,” tambahnya.

Silaturahmi ini turut diwarnai dengan nilai-nilai toleransi, saling menghormati, dan kasih terhadap sesama menjadi benang merah dalam setiap pembicaraan.

GPIB menyampaikan komitmennya untuk terus menjadi pelayan umat yang tidak hanya membangun iman, tetapi juga menjaga kedamaian sosial di tengah masyarakat.

Pertemuan tersebut ditutup dengan harapan bersama agar sinergi antara gereja dan kepolisian dapat terus terjalin erat, menjadi cahaya yang menerangi kehidupan bermasyarakat, serta membawa Jambi menuju kehidupan yang damai, rukun, dan penuh berkat. (Zha/Syah)

Pos terkait