Ungkap.co.id – Anggota Ombudsman Republik Indonesia (ORI), Nuzran Joher, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah strategis yang diambil oleh jajaran Pemerintah Provinsi Jambi dan DPRD Provinsi Jambi dalam membangun komunikasi dengan generasi muda.
Secara khusus, Nuzran menyoroti peran Ketua DPRD Provinsi Jambi, M. Hafiz Fattah, sebagai elemen pemersatu pemuda di daerah tersebut dalam terwujudnya mewadahi ratusan Organiasasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP) dalam Rejuvenasi Gerakan 10 hingga 12 April 2026 ini.
Nuzran menilai bahwa inisiatif membuka ruang dialog melalui berbagai forum merupakan bentuk “kecerdasan kelembagaan” dalam membaca keinginan anak muda zaman sekarang.
“Ini adalah bagian dari kecerdasan kelembagaan untuk membaca keinginan anak muda. Saya melihat ada kemampuan adaptasi yang cepat dari pemerintah, baik itu Provinsi maupun DPRD, untuk berkomunikasi secara konkret mengenai apa yang diinginkan pemuda,” ujar Nuzran di Jambi (11/4/2026).
Baca Juga : DPRD Kota Jambi Sambut Pengunjuk Rasa untuk Berdialog di Dalam Gedung
Nuzran secara spesifik menyebut sosok M. Hafiz Fattah sebagai figur kunci. Sebagai sesama tokoh yang memiliki kedekatan emosional dan historis di mana Nuzran menjadi mentor Hafiz di Jakarta.
Ia bangga melihat kiprah Hafiz yang kini mampu merangkul berbagai elemen pemuda, mulai dari aktivis BEM hingga pelaku ekonomi kreatif.
“Sosok Ketua DPRD ini menjadi elemen pemersatu. Karena beliau sendiri masih muda dan memiliki latar belakang aktivis yang kuat. Hari ini kita lihat hasilnya, beliau mampu membuka ruang komunikasi dan memberikan dukungan nyata, termasuk dari sisi penganggaran,” tambahnya.
Lebih lanjut, Nuzran berharap agar pola komunikasi yang sudah berjalan baik ini tidak hanya menjadi formalitas belaka, tetapi terus dijaga konsistensinya.
Menurutnya, negara harus hadir menyentuh kebutuhan pemuda melalui instansi terkait seperti Dinas Pendidikan serta Dinas Pemuda dan Olahraga.
“Upaya menyentuh anak muda ini harus dirawat. Komunikasi di forum-forum seperti ini sudah bagus untuk mengekspresikan ide mereka. Tinggal bagaimana konsistensi dalam menjaga ruang-ruang tersebut agar tetap terbuka lebih lebar ke depannya,” pungkas Nuzran. (*/Syah)




