Ungkap.co.id – Kepala Kepolisian Daerah Jambi, Irjen Pol Krisno H. Siregar menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Mandiri yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Jambi, Rabu.
Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam meningkatkan profesionalisme serta kualitas insan pers di Provinsi Jambi.
Acara pembukaan turut dihadiri Gubernur Jambi Al Haris, Wali Kota Jambi Dr. dr. Maulana, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jambi, Kabid Humas Polda Jambi, pimpinan organisasi media, serta sejumlah pejabat daerah dan tokoh pers.
Dalam sambutannya, Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar menegaskan bahwa kompetensi wartawan memiliki peran strategis di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital. Menurutnya, media yang dijalankan wartawan profesional akan menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas sosial serta demokrasi.
“Wartawan hari ini tidak hanya dituntut cepat menyampaikan informasi, tetapi juga harus akurat, berimbang, memahami kode etik, dan mampu mempertanggungjawabkan setiap produk jurnalistiknya. UKW menjadi instrumen penting agar profesi wartawan semakin dipercaya masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga : PWI Jambi Akan Gelar UKW Bulan Juli, Namun Pendaftaran Sudah Ditutup
Ia menilai insan pers dan aparat penegak hukum memiliki tanggung jawab bersama menjaga ruang publik tetap sehat melalui informasi yang edukatif serta menangkal penyebaran hoaks.
Jenderal bintang dua tersebut juga berpesan agar wartawan tidak sekadar menjadi penyampai informasi, namun mampu menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional.
“Jadilah wartawan yang berani mengkritik, tetapi kritik itu harus lahir dari integritas, verifikasi, serta kepentingan publik. Pers yang baik bukan hanya mencari kesalahan, namun mampu mengawal kebijakan secara objektif, memberi masukan, dan menjaga keseimbangan informasi,” katanya.
Menurutnya, kritik dari media sangat dibutuhkan dalam sistem demokrasi. Namun kritik yang berbasis data, fakta, dan menawarkan solusi akan lebih memberi dampak positif bagi pembangunan.
“Kritik yang cerdas akan memperbaiki, sedangkan informasi yang tidak akurat justru dapat merusak kepercayaan masyarakat. Saya berharap wartawan menjadi pengkritik yang konstruktif, menjaga independensi, dan tetap berpihak pada kepentingan publik,” lanjutnya.
Krisno menambahkan, wartawan yang kompeten akan melahirkan karya jurnalistik berkualitas sehingga mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pers sebagai pilar demokrasi.
Pelaksanaan UKW Mandiri PWI Kota Jambi tersebut diharapkan dapat melahirkan wartawan profesional, independen, memahami kode etik jurnalistik, serta memiliki kemampuan verifikasi informasi yang baik dalam menghasilkan pemberitaan yang akurat dan berimbang.
Polda Jambi juga berkomitmen untuk terus mendukung wartawan yang berintegritas tinggi dan terverifikasi di dewan pers. (***)




