Ungkap.co.id – Ancaman narkotika kini tak lagi selalu hadir dalam bentuk yang mudah dikenali. Di tengah pergaulan remaja, muncul tren baru yang justru menyasar rasa penasaran anak muda, salah satunya penggunaan New Psychoactive Substances (NPS) hingga vape yang mengandung etomidate.
Pesan itu disampaikan Kepala BNN Provinsi Jambi, Brigjen Pol. Asep Saepudin, saat menjadi pembina upacara di SMAN 1 Kota Jambi, Senin (10/8/2026).
Di hadapan 1.073 siswa, Brigjen Pol. Asep Saepudin, mengingatkan bahwa perkembangan modus penyalahgunaan narkotika harus menjadi perhatian bersama, khususnya kalangan pelajar.
Menurut Brigjen Pol. Asep Saepudin, tantangan terbesar saat ini bukan hanya memberantas peredaran narkotika, tetapi juga membangun keberanian generasi muda untuk menolak sejak awal.
“Narkotika adalah ancaman nyata yang dapat merusak kesehatan, menghancurkan masa depan, dan menghambat cita-cita generasi muda. Karena itu, saya mengajak seluruh pelajar untuk berani mengatakan tidak pada narkoba,” tegas Asep dalam amanatnya.
Asep juga meminta para siswa tidak mudah terpengaruh lingkungan pergaulan. Menurutnya, masa sekolah merupakan fase penting dalam menentukan arah masa depan sehingga harus diisi dengan kegiatan yang sehat, positif, dan produktif.
Asep menilai, perkembangan teknologi dan pola peredaran narkotika membuat pelajar harus semakin cerdas mengenali berbagai modus baru. Tidak semua zat berbahaya datang dalam kemasan yang selama ini dikenal sebagai narkotika.
“Jangan mudah percaya terhadap sesuatu yang ditawarkan dengan alasan sekadar mencoba atau mengikuti tren. Kenali risikonya, jaga diri, dan jangan sampai rasa ingin tahu justru menghancurkan masa depan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Asep turut memberikan pemahaman mengenai perkembangan kasus penyalahgunaan dan peredaran narkotika di Provinsi Jambi, termasuk kewaspadaan terhadap NPS serta bahaya vape yang mengandung etomidate yang disebut menjadi salah satu tren baru yang perlu diwaspadai remaja.
Baca Juga : Ungkap Sindikat Narkoba, Polda Jambi Tangkap 113 Orang, 9 Diantaranya Wanita
Kegiatan pembinaan upacara tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Kepala BNNP Jambi menjadikannya sebagai ruang edukasi langsung untuk memperkuat ketahanan diri pelajar sekaligus membangun kesadaran bahwa pencegahan narkotika harus dimulai dari lingkungan terdekat.
Asep menegaskan, sekolah memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter dan ketahanan generasi muda. Karena itu, sinergi antara BNN, sekolah, guru, orang tua, dan siswa dinilai menjadi kunci menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih dari penyalahgunaan narkotika.
Melalui kegiatan tersebut, Asep berharap para pelajar tidak hanya menjadi sasaran edukasi, tetapi juga mampu menjadi bagian dari gerakan pencegahan narkotika di lingkungan masing-masing.
“Generasi muda harus kita lindungi, bukan hanya dari narkotika, tetapi juga dari berbagai bentuk penyalahgunaan zat yang terus berkembang. Pencegahan harus dilakukan bersama, dan sekolah menjadi salah satu benteng penting dalam menyelamatkan masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Katim Pencegahan BNNP Jambi Nurhasmayeti, bersama tim. (Viryzha)




