Ungkap.co.id – Ancaman penyalahgunaan narkotika kini semakin sulit dikenali. Jika selama ini narkotika identik dengan serbuk, pil, atau tanaman terlarang, perkembangan modus penyalahgunaan membuat zat berbahaya dapat hadir dalam bentuk yang lebih dekat dengan keseharian anak muda, termasuk cairan yang disalahgunakan melalui perangkat vape.
Pesan itu mengemuka dalam kegiatan nonton bersama yang digelar Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi. Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi menjadi ruang edukasi bagi pelajar, mahasiswa, guru, dan insan media untuk memahami bagaimana narkotika dapat menyusup ke lingkungan generasi muda.
Kepala BNNP Jambi Brigjen Pol Asep Saepudin menegaskan, perkembangan jenis dan modus penyalahgunaan narkotika harus menjadi perhatian serius seluruh lapisan masyarakat. Terlebih, sasaran peredaran tidak lagi hanya orang dewasa, tetapi mulai menyentuh kalangan pelajar.
“Bahaya narkotika saat ini sudah merasuki anak-anak sekolah, bahkan mulai dari sekolah menengah pertama. Jenisnya juga semakin beragam. Bisa saja dikemas menyerupai makanan, permen, atau dalam bentuk cair yang digunakan melalui vape,” tegasnya.
Menurutnya, persoalan narkotika bukan hanya tentang bagaimana seseorang pertama kali mencoba, tetapi tentang dampak lanjutan yang dapat menghancurkan kehidupan korban dan keluarganya.
Ketergantungan dapat membuat seseorang terus mencari dan menggunakan narkotika. Dalam kondisi tertentu, keluarga bahkan menjadi pihak yang ikut merasakan dampaknya, baik secara ekonomi maupun psikologis.
“Banyak orang tua yang datang kepada kami sampai menangis dan memohon bantuan karena sudah tidak tahu harus berbuat apa. Hartanya habis, harapannya juga habis. Karena itu, jangan sampai keluarga kita mengalami kondisi seperti ini,” ujarnya.
Baca Juga : Tangkap Kurir Narkoba, Polresta Jambi Sita 7,6 Kg Sabu dan 10.000 Butir Ekstasi
Kepala BNNP Jambi Brigjen Pol Asep Saepudin mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menerima atau mencoba sesuatu yang tidak diketahui kandungannya. Tawaran dalam bentuk makanan, minuman, cairan, maupun produk yang digunakan melalui vape harus disikapi dengan kewaspadaan.
“Kalau ada yang menawarkan barang yang belum kita ketahui, apalagi bisa dinikmati, dihirup, atau dimakan, jangan langsung dicoba. Kenali, waspadai dan tolak,” pesannya.
Berani Menolak Adalah Benteng Pertama
Pesan pencegahan tersebut mendapat respons positif dari para pelajar yang mengikuti kegiatan. Alexius, pelajar SMK Pelita Raya, menilai pengetahuan tentang berbagai jenis dan bentuk penyalahgunaan narkotika penting agar generasi muda tidak mudah terpengaruh.
Menurutnya, memahami bahaya narkotika juga membantu pelajar menentukan lingkungan pertemanan dan berani mengambil keputusan ketika mendapatkan ajakan yang berisiko.
“Setelah kita tahu jenis dan bahayanya, kita bisa menjaga pertemanan dan lebih berhati-hati dalam berinteraksi. Kalau diajak melakukan sesuatu yang buruk, kita harus berani menahan diri dan memilih untuk menghindarinya,” katanya.
Hal senada disampaikan Glenn, pelajar SMK Pelita Raya. Glenn menilai film yang ditonton bersama memberikan gambaran bahwa narkotika bukan solusi untuk mencari kesenangan ataupun meningkatkan rasa percaya diri.
“Awalnya mungkin membuat seseorang merasa nyaman atau seperti mendapatkan semangat. Namun, kalau terus digunakan, justru bisa merusak diri, membuat lemah, kehilangan kepercayaan diri, dan menghancurkan masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Aidil Rahmat Fikar dari SMKN 1 Merangin menilai pencegahan narkotika membutuhkan keberanian sekaligus kerja sama.
Aidil mengapresiasi langkah BNNP Jambi yang melibatkan pelajar dalam kegiatan edukasi tersebut.
Baca Juga : Tim Gabungan Bongkar Jaringan Narkoba Internasional Dalam Vave dan Minuman Energi
“Terima kasih kepada BNNP yang sudah mengajak kami menonton bersama. Dari sini kami bisa melihat dan belajar bagaimana cara memerangi narkotika dan yang paling penting berani mengatakan tidak,” tuturnya.
Jangan Tunggu Korban Bertambah
Kepala BNNP Jambi Brigjen Pol Asep Saepudin menegaskan perang melawan narkotika tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Sekolah, keluarga, lingkungan pertemanan, pemerintah, media, hingga masyarakat memiliki peran yang sama penting.
Pelajar perlu dibekali kemampuan mengenali risiko, memilih pergaulan, berani menolak ajakan yang mencurigakan, serta tidak takut melapor ketika menemukan indikasi penyalahgunaan narkotika.
Sebab, satu keputusan untuk mencoba dapat menjadi pintu masuk menuju ketergantungan. Sebaliknya, satu keberanian untuk berkata “tidak” dapat menjadi langkah kecil yang menyelamatkan masa depan.
“Harapan kami, masyarakat Jambi, baik usia produktif maupun dewasa, harus diselamatkan dari narkotika. Pencegahan harus dilakukan bersama-sama. Jangan sampai kita baru bergerak setelah ada korban,” pungkas Kepala BNNP Jambi.
Melalui edukasi yang terus dilakukan, BNNP Jambi berharap generasi muda tidak hanya mengetahui bahwa narkotika itu berbahaya, tetapi juga memiliki keberanian untuk menolak, menjauhi, dan mengajak lingkungan sekitarnya bersama-sama memerangi penyalahgunaan narkotika. (Viryzha)




