Ketua ISMI Jambi Temui Cucu Sultan Thaha, Siapkan Bedah Buku Sejarah Perjuangan Jambi

Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Provinsi Jambi, Hj. Ernawati, S.Ag., M.Pd., bertemu dengan Sultan Fuad, cucu Sultan Thaha Syaifuddin. (IR)

Ungkap.co.id – Keinginan agar generasi muda mengenal lebih dekat sosok pahlawan daerah, mendorong Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Provinsi Jambi, Hj. Ernawati, S.Ag., M.Pd., bertemu dengan Sultan Fuad, cucu Sultan Thaha Syaifuddin.

Pertemuan tersebut membahas rencana penelitian manuskrip, seminar, dan bedah buku yang mengangkat sejarah perjuangan Sultan Thaha Syaifuddin serta silsilah Kerajaan Melayu Jambi.

Bacaan Lainnya

Bagi Hj Ernawati, upaya menggali kembali sejarah Sultan Thaha sangat penting. Menurutnya, masyarakat, khususnya generasi muda, perlu mengenal lebih jauh perjalanan hidup dan perjuangan pahlawan yang berasal dari tanah Jambi tersebut.

Selama ini, nama Sultan Thaha dikenal sebagai salah satu pahlawan besar Jambi. Namun, kisah perjuangannya masih perlu terus digali melalui penelitian dan penelusuran berbagai sumber sejarah agar dapat dipahami secara lebih lengkap.

Karena itu, pertemuan dengan Sultan Fuad diharapkan menjadi langkah awal untuk menelusuri manuskrip dan sumber-sumber sejarah yang berkaitan dengan Sultan Thaha maupun perjalanan Kerajaan Melayu Jambi.

Hj Ernawati mengatakan, sejarah daerah tidak boleh hanya menjadi cerita yang sesekali disampaikan dalam kegiatan seremonial. Lebih dari itu, sejarah harus dipelajari dan diwariskan agar generasi berikutnya mengetahui siapa tokoh yang telah berjuang untuk negeri ini.

“Kita ingin anak-anak Jambi mengenal Sultan Thaha bukan hanya sebatas nama seorang pahlawan. Mereka juga harus tahu bagaimana perjuangannya, apa yang diperjuangkan, dan nilai-nilai apa yang bisa diteladani dari sosok beliau,” ujarnya.

Hj Ernawati berharap, penelitian manuskrip yang direncanakan tersebut dapat menghasilkan bahan bacaan yang bisa dimanfaatkan di lingkungan pendidikan, mulai dari sekolah hingga perguruan tinggi.

Baca Juga : DPRD Tebo Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota Pengantar LKPJ Bupati 2024

Dengan begitu, pelajar tidak hanya mengenal sejarah dari buku pelajaran yang selama ini mereka baca, tetapi juga mendapatkan pengetahuan lebih luas tentang sejarah perjuangan dan kebudayaan Melayu Jambi.

Menurut Hj Ernawati, mengenalkan sejarah kepada generasi muda merupakan tanggung jawab bersama. Apalagi, Jambi memiliki tokoh-tokoh penting yang perjuangannya patut diketahui dan dikenang.

“Jangan sampai anak-anak kita lebih mengenal tokoh dari luar, tetapi kurang mengetahui pahlawan dari daerahnya sendiri. Kita ingin sejarah Sultan Thaha terus dipelajari dan dikenal, sehingga perjuangan beliau tidak hilang begitu saja seiring perkembangan zaman,” katanya.

Dalam pertemuan itu, rencana seminar dan bedah buku juga menjadi salah satu hal yang dibicarakan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat melibatkan sejarawan, akademisi, pemerhati budaya, serta pihak keluarga kesultanan untuk bersama-sama menggali sejarah Melayu Jambi.

Penelitian nantinya diharapkan tidak hanya membahas perjalanan perjuangan Sultan Thaha Syaifuddin, tetapi juga menelusuri silsilah Kerajaan Melayu Jambi berdasarkan sumber-sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.

Baginya, langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga warisan sejarah dan budaya daerah agar tetap hidup di tengah masyarakat.

Hj Ernawati berharap rencana tersebut dapat ditindaklanjuti sehingga menghasilkan karya yang bermanfaat, terutama bagi dunia pendidikan dan generasi muda Jambi.

“Harapan kita, ada hasil nyata dari penelitian ini. Bukan hanya menjadi bahan diskusi, tetapi bisa dibukukan dan dijadikan bahan ajar agar generasi penerus memahami sejarah daerahnya sendiri. Kita ingin mereka tumbuh dengan mengenal dan menghargai perjuangan para pahlawan Jambi,” tutupnya. (Viryzha)

Pos terkait