6 Pesan Indah Mbah Maimun Zubair yang Melekat di Hati Masyarakat

Pesan indah Mbah Maimun Zubair
K.H Maimun Zubair Dawuh atau Mbah Maimun Zubair. Foto : Istimewa

Kyai Haji Maimun Zubair, kadang ditulis menggunakan ejaan lama Maimoen Zoebair, lahir pada 28 Oktober 1928 dan wafat pada 6 Agustus 2019. Maimun Zubair atau akrab dipanggil Mbah Moen adalah seorang ulama dan politikus Indonesia.

Ia merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang dan menjabat sebagai Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan hingga ia wafat.

Bacaan Lainnya

Selain itu, Ia pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Rembang selama 7 tahun dan anggota MPR RI mewakili Jawa Tengah selama tiga periode. Setelah berakhirnya masa tugas, ia mulai berkonsentrasi mengurus pondok pesantrennya, demikian dilansir dari Wikipedia.

Baca Juga : Suami Wafat, Ibu Tua Renta di Bungo Bawa Anaknya Memulung

Namun siapa sangka, pesan Maimun Zubair hingga sekarang masih melekat di hati masyarakat. Berikut 6 pesan indah Maimun Zubair:


1. jika engkau melihat seekor semut terpeleset dan jatuh di air, maka angkat dan tolonglah. Barangkali itu menjadi penyebab ampunan bagimu di akhirat.

2. Jika engkau menjumpai batu kecil di jalan yang bisa menggangu jalannya kaum muslimin, maka singkirkanlah. Barangkali itu menjadi penyebab dimudahkannya jalanmu menuju surga.

3. Jika engkau menjumpai anak ayam terpisah dari induknya, maka ambil dan susulkan ia dengan induknya. Semoga itu menjadi penyebab Allah mengumpulkan dirimu dan keluargamu di surga.

4. Jika engkau melihat orang tua membutuhkan tumpangan, maka antarkanlah ia. Barangkali itu mejadi sebab kelapangan rezekimu di dunia.

Baca Juga : Dua Wanita Berumur 13 dan 16 Tahun Dijual Seharga Rp2 Juta ke Pria Hidung Belang

5. Jika engkau bukanlah seorang yang mengusai banyak ilmu agama, maka ajarkanlah alif ba’ ta’ kepada anak-anakmu. Setidaknya itu menjadi amal jariyah untukmu yang tak akan terputus pahalanya meski engkau berada di alam kubur.

6. Jika engkau tidak bisa berbuat kebaikan sama sekali, maka tahanlah tangan dan lisanmu dari menyakiti. Setidaknya itu menjadi sedekah untuk dirimu.

Al-Imam Ibnul Mubarak Rahimahullah berkata:

رُبَّ عَمَلٍ صَغِيرٍ تُعَظِّمُهُ النِّيَّةُ ، وَرُبَّ عَمَلٍ كَبِيرٍ تُصَغِّرُهُ النِّيَّةُ

“Berapa banyak amalan kecil, akan tetapi menjadi besar karena niat pelakunya. Dan berapa banyak amalan besar, menjadi kecil karena niat pelakunya”.

Baca Juga : Berantas Buta Aksara Al Quran, Atang: Bogor Mengaji Harus Diperkuat

Jangan pernah meremehkan kebaikan, bisa jadi seseorang itu masuk surga bukan karena puasa sunnahnya, bukan karena panjang shalat malamnya tapi bisa jadi karena akhlak baiknya dan sabarnya ia ketika musibah datang melanda

Rasulullah SAW bersabda:

« لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ ».

“Jangan sekali-kali kamu meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun (hanya) bertemu dengan saudaramu dalam keadaan tersenyum”.(HR. Muslim)

Mari selalu berusaha dan berprilaku positif, semangat meraih hasil terbaik serta saling mendoakan akan keberkahan. Aamiin…Semoga bermanfaat. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *