Vokal Suarakan Aktivitas Tambang Emas Ilegal, Seorang Ustad di Bungo Diancam

Ilustrasi penambangan emas tanpa izin (PETI). Foto : Istimewa

Ungkap.co.id Karena menyuarakan maraknya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Dusun Sungai Telang, Kecamatan Bathin III Ulu, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, ustad Teuku Amri mendapatkan ancaman.

Pemilik pondok pesantren Babul Maarif ini mengungkapkan kecemasannya pada grup WhatsApp Pesan Bungo, Kamis (16/5/2024).

Bacaan Lainnya

“Mohon bantuannya dengan tokoh Bungo, warga Batang Bungo di samping terzolimi juga dihantui rasa ketakutan, khususnya yang bersuara tentang air keruh,” tulisnya.

Teuku Amri juga menyebutkan, para pemain PETI selalu ngancam siapa yang berjuang untuk menjernihkan air Batang Bungo.

“Setiap kami viralkan itu, pasti ada saja yang ngancam. Ini beban bagi kami,” lanjutnya.

Baca Juga : Polisi Bakar 24 Rakit Tambang Emas Ilegal, Pelaku Tak Dapat

Untuk diketahui, sebelumnya Teuku Amri juga mengatakan tak lama setelah kunjungan Kapolres Bungo, aktifitas PETI di Dusun Sungai Telang, kembali marak.

Teungku Amri menyebutkan saat ini Sungai Batang Bungo sudah kembali keruh dan tidak bisa digunakan untuk kebutuhan oleh santri dan guru di pondok pesantrennya.

“Kami pesantren Babul Muariff ini sangat terkena dampak, karena santri dan juga guru di pesantren ini menggunakan air sungai untuk kebutuhan mandi, cuci, dan juga untuk diminum,” ujar Teungku Amri, Senin (13/5/2024).

Baca Juga : Polisi Razia Tambang Emas Ilegal di Tebo, Dompeng Dihancurkan, Pelaku Tak Dapat

Teungku Amri menyebutkan razia yang dilakukan sebelumnya hanya sebagai formalitas saja. Pasalnya yang dicek saat razia adalah Sungai Sebiang, sementara PETI yang beroperasi di Sungai Pino.

“Yang dicek saat razia itu sungai yang tidak ada PETI. Sementara yang sungai ada PETI tidak dicek. Mana mungkin ketemu kalau dicari ke sungai yang tidak ada alatnya,” ujar Teungku Amri.

Lebih lanjut, Teuku Amri menyebutkan kalau saat ini sudah ada lima unit alat excavator yang bekerja kembali. Dua alat mulai kembali beroperasi satu hari setelah kunjungan Kapolres, sementara sisanya beberapa hari kemudian.

Baca Juga : Polisi Gelar Razia Tambang Emas Ilegal, Pelaku Lari Tunggang Langgang ke Semak

“Bantu kami menyelesaikan masalah ini. Kami ini terzolimi. Semoga saja kami sabar menghadapi masalah ini. Semoga saja keluhan kami ini bisa didengarkan oleh Polres Bungo, Polda Jambi, dan kalau bisa bapak Kapolri,” harapnya.

Saat kunjungan kemaren, lanjut Teuku Amri, Kapolres sudah berjanji akan membuat air sungai kembali bersih. “Kami tunggu bukti komitmennya,” ujarnya. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *