Ungkap.co.id – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi terus diperkuat. Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar turun langsung memantau kondisi Karhutla di wilayah Kabupaten Muaro Jambi melalui patroli udara menggunakan pesawat fixed wing BNPB bersama Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan pada Rabu (12/8/2026).
Dalam patroli tersebut, Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar turut didampingi Kepala BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah meninjau sejumlah wilayah yang terdampak karhutla.
Pemantauan dari udara dilakukan untuk memastikan titik-titik kebakaran telah ditangani dan api benar-benar berhasil dipadamkan.
Dari hasil pemantauan, kondisi api di lokasi yang ditinjau mulai padam. Namun, langkah penanganan tidak berhenti pada pemadaman. Kepolisian juga melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran yang diperkirakan menghanguskan lahan hingga sekitar 50 hektare.
“Kita akan selidiki penyebab terjadinya kebakaran dan mohon dukungannya untuk segera bisa ditangani oleh penyidik, siapa pelakunya,” tegas Irjen Pol Krisno.
Ia menekankan, penanganan Karhutla harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemadaman, penyelidikan penyebab kebakaran, hingga edukasi kepada masyarakat agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Baca Juga : Ungkap Sindikat Narkoba, Polda Jambi Tangkap 113 Orang, 9 Diantaranya Wanita
Menurutnya, masyarakat perlu mengambil langkah yang cerdas dan terarah dalam mengelola lahan. Membuka lahan dengan cara membakar bukan hanya berpotensi melanggar hukum, tetapi juga dapat menimbulkan dampak luas terhadap kesehatan, lingkungan, serta kualitas udara.
“Jangan membakar sampah sembarangan karena bisa menjadi penyebab kebakaran. Apalagi membuka lahan menggunakan alat berat kemudian dibakar. Ini sangat berbahaya,” ujarnya.
Ia mengingatkan, asap akibat Karhutla dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Karena itu, pencegahan harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah dan aparat.
“Dampak kebakaran bisa menyebabkan gangguan kesehatan, lingkungan serta udara tercemar akibat asap,” katanya.
Ia berharap masyarakat semakin sadar bahwa mencegah karhutla jauh lebih penting daripada menunggu api membesar. Setiap warga diminta ikut menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi memicu kebakaran.
Dengan edukasi yang terus dilakukan serta penanganan yang cepat dan terukur, upaya menjaga Jambi dari ancaman karhutla diharapkan dapat berjalan lebih efektif. (Syah)




