Pertama Kali Terjadi, Hujan Es di Bungo Buat Atap Rumah Warga Rusak

Hujan es di Bungo
Butiran hujan es yang terjadi di Dusun Aurcino, Kecamatan Bathin III Ulu, Kabupaten Bungo. Foto : Istimewa

Ungkap.co.id – Warga Dusun Aurcino, Kecamatan Bathin III Ulu, Kabupaten Bungo, Jambi, heboh setelah hujan es mengguyur wilayah setempat, Jumat, 27 Mei 2022 sebelum salat Maghrib.

Masyarakat Dusun Aurcino kaget bercampur heran karena butiran-butiran hujan es itu sebesar kelereng. Mereka pun sempat merekam suasana saat hujan es tersebut. Bahkan rumah warga yang atap sudah tua bolong akibat diterpa hujan es.

Sayidina warga setempat mengungkapkan, kejadian tersebut terjadi awalnya hanya hujan biasa saja disertai oleh angin, pada saat hendak masuknya waktu Maghrib. Namun, lama kelamaan dan satu persatu titik hujan yang turun semakin besar menimpa atap rumahnya. Setelah dilihat, butiran es yang jatuh dari langit berserakan di depan rumahnya.

“Kami juga sempat heran kok hujan es semakin menjadi-jadi. Karena atap rumah sudah tua jadi atap seng banyak yang jebol karena hujan es itu. Saya kira sekedar satu butir saja hujan es, tapi makin lama semakin banyak turun,” ucap Sayidina, Minggu (29/5/2022).

Baca Juga : Hujan Deras, 4 Karyawan PT KIM Tertimbun Longsor, 2 Tewas


Dijelaskannya, fenomena alam seperti ini pertama kali terjadi di wilayahnya. Sehingga, membuat warga sekitar heran dan merasa khawatir atas fenomena ini. Akhirnya warga melakukan doa bersama di masjid, agar dijauhkan dari segala musibah.


“Butiran es yang jatuh itu, sekitar dua menit butiran es itu langsung mencair. Sengaja saya simpan di kulkas mau melihat apakah mencair apa tidak. Hingga hari ini, sudah menyatu semua. Kami juga tidak tahu mengapa hujan es terjadi,” tutupnya.

Ketua Lembaga Adat Melayu Dusun Aurcino, M Saleh juga membenarkan, fenomena alam hujan es ini baru kali ini terjadi di dusun. Masyarakat sekitar juga heran dan merasa cemas hujan es terjadi sebelum salat Maghrib.

Baca Juga : Berteduh Saat Hujan, 7 Petani Disambar Petir, Seorang Tewas

Awalnya hujan biasa disertai angin tapi lama kelamaan butiran es jatuh ke bumi dan banyak rumah-rumah lama, di mana atapnya sudah tua banyak yang jebol.

“Karena fenomena jarang terjadi, maka kami menggelar doa bersama, supaya kami dijauhkan dari segala musibah dan bencana. Kami juga berfikir ini, kuasa tuhan, kalau berkehendak tak ada yang tidak mungkin pasti terjadi,” pungkas M Saleh. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *