Motor Rusak, Seorang Jurnalis Rela Jalan Kaki Puluhan Kilometer Demi Cari Berita

Wartawan media online
SH wartawan salah satu media online. Foto : Jumilan

Ungkap.co.id — Seorang wartawan yang berasal dari suatu daerah di Kulon dan sekarang menetap di Jakarta tepatnya, di Komplek Cijantung Cimangis Jakarta Timur.


Info yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber, memang benar dikatakan bahwa wartawan dari salah satu media online tersebut kehidupannya sungguh sangat sederhana sekali. Yakni, rumah ngontrak dan kendaraan ada tapi sedang rusak.

“Sekarang lagi dibenerin,” kata sumber yang enggan disebutkan namanya.

Demi info yang akurat, media ini terus mencoba mencari tahu tentang keberadaan wartawan tersebut.

Sebut aja namanya SH. SH membenarkan sekarang ini ia kadang jalan kaki sampai berapa kilometer demi mencari berita dan informasi yang akurat. Terkadang sehabis salat subuh sudah jalan kaki demi cepat sampai tujuan. Namun juga ia naik angkot kalau punya duit.

“Terkadang diperjalanan kena hujan dan panas terik matahari tidak saya hiraukan demi mencari data yang valid untuk berita demi mengabarkan kepada masyarakat luas,” kata SH, Jum’at, 12 November 2021.

Baca Juga : Lebih Baik Hidup dari Sampah, Daripada Hidup Menjadi Sampah


Itu semua dilakoninya demi mencintai dunia jurnalistik. Diakui memang banyak rintangan yang dihadapi, namun itu tidak membuatnya patah semangat.

“Walaupun dengan berjalan kaki dan terkadang naik angkot, tak masalah bagi saya. Itu tak menjadi penghalang untuk mencari berita,” sambungnya.

SH menceritakan, dengan berjalan kaki mungkin untuk seorang wartawan sekarang sudah tidak ada, minimal membawa kendaraan roda dua atau empat. Namun baginya ini tidak menjadi masalah. hal ini dengan berjalan ia saya bisa berolahraga.

“Kemarin saya berjalan kaki dari rumah Cijantung ke Pondok Rangon, perjalanan hampir 1 jam lebih sampai di tempat tujuan. Pernah juga saya jalan kaki dari rumah Cijantung ke Cililitan kurang lebih 10 Km. Profesi wartawan yang dijalankan sekarang ini menjadi suatu kehormatan dan kebanggaan bagi diri saya pribadi,” ungkapnya sembari tersenyum lepas.

“Semoga pengalaman dan pengorbanan saya sebagai seorang wartawan bisa memberi contoh bagi yang lain. Cintailah profesi yang sekarang dijalani dan jiwailah dengan sepenuh hati, karena tanpa dicintai profesi itu, seakan hampa dan tidak terasa nyaman dijalankan,” tambahnya. (Jumilan/Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *