Irjen Pol Djoko Rudi E Adalah Sosok Bhayangkara Sejati

Irjen Pol Djoko Rudi E, SH., S.IK., M.Si. Foto : Mulyadi

Ungkap.co.id Bintang dua tersemat di pundak Irjen Pol Djoko Rudi E, SH., S.IK., M.Si yang merupakan perwira tinggi Polri saat ini menjabat Tenaga Utama Pengkaji Hukum dan HAM di Lemhanas Republik Indonesia.

Dia merupakan alumni Akademi Kepolisian Angkatan 1991 dalam Batalyon Bhara Daksa.

Bacaan Lainnya

Tumbuh dari lingkungan Militer Angkatan Darat. Orang tuanya adalah seorang personel TNI berpangkat Kapten kala itu.

Namun Jendral Bintang Dua kelahiran 55 tahun silam di Magelang Jawa Tengah ini memilih menjadi polisi sebagai profesi hidupnya.

Dirangkum dari berbagai sumber, Jenderal Polisi Djoko Rudi, mempunyai cerita memory kehidupan yang unik dan menarik di kalangan para Jendral di Kepolisian RI.

Sewaktu muda, Jendral Polisi Djoko Rudi berangkat dari kehidupan dengan keterbatasan dan kesederhanaan.

Walau pun kala itu hidupnya pas-pasan ia tetap bertekad menjadi mahasiswa di perguruan tinggi.

Namun cita-citanya itu harus kandas karena keterbatasan biaya dalam keluarga besarnya.

Gagal masuk perguruan tinggi tak membuat semangatnya runtuh, ia merubah tujuan hidupnya.

Dengan bermodal semangat, doa dan tekad yang bulat, ia beralih tujuan, dengan memberanikan diri mendaftar lah ikut seleksi Akabri.

Baca Juga : DPRD Bungo Gelar Paripurna PAW Razali ke M. Tobri Zaini


Hari demi hari ia lewati dengan belajar dan berlatih. Masa kecil yang suram karena hidup dengan penuh kekurangan, menjadikan lebih semangat dan bertekad kuat.

Alhasil saat itu tahun 1988, ia berhasil lolos dan menjadi Akabri Kepolisian dan lulus Akpol tahun 1991, dalam Ikatan Alumni Batalyon Bhara Daksa.

“Saya tidak punya kampung halaman seperti orang-orang lainnya, karena saya selama hidup berpindah pindah dari asrama ke asrama yang lain,” cerita Jendral Polisi Djoko Rudi kepada wartawan, sambil tertawa mengenang masa lalu kecilnya yang sangat mengenang di jiwanya, sekolah selalu berjalan kaki dan dengan keprihatinan.

“Saya dulu hanya bercita cita menjadi PNS (sekarang ASN) saja, karena menyadari saya dari keluarga kecil dan tidak punya, berbeda dengan orang orang lain yang mempunyai kekuatan ekonomi dan derajat yang tinggi serta anak pejabat,” ucapnya.

Di hadapan wartawan, Jendral Polisi Djoko Rudi mengutarakan, awalnya tidak ada mimpi menjadi seorang Polisi. Bahkan menjadi pejabat di kalangan Polri. Karena menurutnya, keturunan dan leluhurnya semua berasal dari kalangan Militer meskipun dalam karir orang tua berpangkat kapten.

Djoko mengenang, kala itu mendapatkan kelulusan 2 Matra, yaitu Akademi Angkatan Udara dan Akademi Kepolisian.

Nilai kelulusan sama dalam psikologis, olehnya mendapat panggilan untuk wawancara pemilihan Matra. Tetapi Djoko memilih Matra Polri (Akademi Kepolisian) sebagai pilihan kariernya.

Wartawan bertanya kenapa memilih Akademi Kepolisian?

Djoko sampaikan, “saya juga tidak tahu, mulut ini tahu tahu muncul dan berbicara Akademi Kepolisian,” katanya sambi tertawa, padahal Institusi ini sangat asing bagi dirinya dan keluarga besarnya.

Baca Juga : Polres Rohil Tangkap 44 Orang Terlibat Narkoba

“Panitia kala itu bertanya kamu anak seorang TNI kenapa kamu pilih Polri? Saya akhirnya menjawab ingin mengetahui serta mendalami tugas pokok Kepolisian Negara ini seperti apa?”

“Dan keluarga besar saya tidak ada yang menjadi Polisi. Itulah akhirnya dimasukkan ke Akademi Kepolisian (Akpol)”

Bagaimana pendapat keluarga Jenderal bahwa Jenderal waktu itu pilih polisi?

“Keluarga seluruhnya mendukung dan senang karena satu satunya anak dari leluhur yang menjadi Polri hanya saya, alhasil bisa mengajak keluarga besar berjiwa sebagai Polisi, memerankan sebagai keluarga besar Polri.

Bagaimana pendapat Jenderal tentang carut marut permasalah Polri saat ini?


“Semua itu adalah dinamika tugas pokok Polri di lapangan dalam ranah operasionalnya yang selalu beririsan dengan permasalahan dan pengambilan keputusan, mana kala permasalahan muncul dan menjadi polemik di tubuh Institusi Polri. Hal tersebut menjadikan tantangan bagi kita semua personel Polri

Polri adalah profesi dan merupakan jalan untuk mengabdi. Maka dari itu bila tidak mau menerima resiko dan takut terkena masalah, jangan jadi Polisi, apalagi jadi pejabat Polri”

“Polisi dalam ranah UU No 2 tahun 2002 dinobatkan sebagai Pelindung, Pengayom dan Pelayan serta Penegak Hukum Masyarakat.

Kapasitas Polri dalam melaksanakan tugasnya, Polri diberi wewenang Diskresi Kepolisian dan bergerak sendiri dan dengan payung hukum harus dipertanggung jawabkan secara perorangan (Diskresi Kepolisian)”

Hal itu lah yang menjadi tantangan semua personel Polri di lapangan, manakala mereka ada sandungan dan jeratan hukum atas perilaku dan pelanggaran kewenangan dalam operasionalnya maka mereka harus bertanggungjawab atas tindakan Kepolisian mereka.

“Saya bangga atas aturan itu semua karena menjadikan Polisi harus berani dan berani bertindak dan harus berani bertanggungjawab, sesuai Amanah UU dan amanah tuntutan rakyat sebagai pelayan masyarakat atas konsekwensinya yang termaktup dalam UU, untuk itu Polri dalam bertindak harus sesuai Prosedural, Proporsional serta Profesional” sebutnya.

“Semoga kita semua tetap dalam lindungannya serta amanah dalam tugas mengawal dan menjaga negara ini, sesuai ranah aturan dan UU yang telah diberikan oleh negara kepada institusi kita Polri.” pungkas Irjenpol Djoko Rudi.

Perjalanan Karir

Jendral Polisi Djoko Rudi E SH, SIk, MSi mantan Kapolres Karimun tahun 2008 silam itu, kini kembali mendapatkan anugerah kenaikan pangkat ketingkat yang lebih tinggi. Di pundaknya kini tersemat dua bintang alias berpangkat Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol).

Berikut perjalanan karir Irjen Polisi Djoko Rudi:

• Dik Sepimen Polri tahun 2006
• Kabag Dalpres Ropers Polda Kepri tahun 2007
• Kabag Binkar Ropers Polda Kepri 2007
• Kapolres Karimun Polda Kepri tahun 2008
• Kapolres Tanjungpinang Tahun 2010
• Selem Pudsik Lantas Lemdikpol tahun 2010
• Dirlantas Polda NTB tahun 2011
• Dirlantas Polda Jabar tahun 2014
• Diklemhanas RI tahun 2015
• Analis Den Wal Pir Korlantas tahun 2016
• Kasubdit Ditgakkum Korlantas Polri tahun 2017
• Kabid Bin Gadik Sespim Polri tahun 2018
• Dirikan Sosbud dan Demografi Lemhanas RI tahun 2019
• Tenaga Pengkajian Utama Lemhanas RI tahun 2022. (Mulyadi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *