Distribusi Air Dibatasi, 5.300 Pelanggan Tirta Mayang Kota Jambi Akan Terdampak

Arianto, Dirut Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi saat menjelaskan pengurangan debit air bersih karena efek musim kemarau. (Syah)

Ungkap.co.id Pengurangan debit produksi air bersih terpaksa dilakukan sebagai langkah untuk menjaga kualitas air baku yang saat ini mengalami tingkat kekeruhan tinggi akibat musim kemarau.

Pada kondisi seperti ini, apabila debit produksi tetap dipaksakan normal, air yang diproduksi berpotensi menjadi keruh sehingga tidak memenuhi standar kualitas air minum.

Bacaan Lainnya

“Analogi sederhananya seperti membuat kopi. Kalau airnya terlalu sedikit atau terlalu keruh, hasilnya tidak sesuai. Karena itu kami mengurangi debit produksi agar proses pengolahan tetap menghasilkan air yang memenuhi standar kualitas,” ujar Arianto, Dirut Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi, Selasa.

Ia menjelaskan, pengurangan debit yang dilakukan saat ini sekitar 20 persen. Sebelumnya, saat kondisi kekeruhan meningkat namun belum separah sekarang, Perumdam hanya melakukan pengurangan sekitar 10 persen.

Dampak dari kebijakan tersebut adalah berkurangnya jam pelayanan di sejumlah wilayah yang selama ini dilayani IPA Broni dan IPA Tanjung Sari.

Total terdapat sekitar 5.300-an sambungan rumah (SR) yang terdampak dan kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga September, menyesuaikan perkembangan musim kemarau.

Baca Juga : Tirta Mayang Realisasikan Dividen Rp5 Miliar untuk Pemkot Jambi

Wilayah yang terdampak meliputi Kelurahan Bakung Jaya, Takang Bakung, Wijayapura, Thehok, Pasir Putih, Simpang III Sipin, Sukakarya, Kebun Handil, Handil Jaya, Jelutung, Cempaka Putih, Beliung, Danau Sipin, Solok Sipin, Sungai Putri, Selamat, Legok, dan Telanaipura.

Menurut Arianto, kondisi sungai saat ini masih berada pada status normal hingga waspada, namun karakteristik Sungai Batanghari pada musim kemarau sangat dinamis sehingga tingkat kekeruhan dapat meningkat sewaktu-waktu.

Untuk mengantisipasi dampak terhadap pelanggan, Perumdam telah menyiagakan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki secara gratis ke wilayah yang mengalami gangguan layanan.

Selain itu, perusahaan juga menyiapkan pompa bergerak (mobile pump) yang dapat mengikuti perubahan tinggi muka air sungai serta melakukan pemasangan pipa intake sebagai upaya menjaga pasokan air baku selama musim kemarau.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan,” kata dia.

“Langkah ini kami ambil agar kualitas air yang diterima masyarakat tetap terjaga. Kami juga terus berupaya meminimalkan dampaknya melalui distribusi air bersih dan berbagai langkah antisipasi lainnya,” jelas Arianto.

Sementara untuk biaya produksi penjernihan kekeruhan air, masih pada standar normal yang biasa dilakukan. Mulai dari air baku di filter hingga pendistribusian yang dilakukan pihak Perumdam Tirta Mayang. (*/Syah)

Pos terkait