Ungkap.co.id – Sehubungan dengan munculnya fenomena pasir timbul di sepanjang aliran Sungai Batanghari yang dimanfaatkan masyarakat sebagai objek wisata musiman, serta memperhatikan adanya insiden kondisi membahayakan manusia (KMM) hingga memakan korban jiwa, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jambi menyampaikan himbauan penting kepada seluruh lapisan masyarakat.
Dalam rilis yang diterima wartawan, Senin, 10 Agustus 2026, Basarnas Jambi mengimbau masyarakat untuk mengenali bahaya karakteristik sungai.
Dijelaskan, fenomena pasir timbul kerap memberikan kesan seolah-olah perairan dangkal dan aman. Namun, dasar Sungai Batanghari memiliki kedalaman yang tidak merata, kontur tanah yang mudah tergerus (palung/cekungan dalam), serta arus bawah yang sangat deras yang dapat menyeret siapapun secara tiba-tiba.
Selanjutnya untuk menggunakan alat pelindung diri (life jacket). Bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar air, menyeberang menggunakan perahu/ketek, maupun bermain di area pasir timbul, wajib menggunakan jaket pelampung (life jacket). Jangan berspekulasi dengan kemampuan berenang, terutama di area sungai terbuka.
Kemudian pengawasan ketat terhadap anak dan Lansia. Orang tua wajib melakukan pengawasan melekat (extra control) terhadap anak-anak. Jangan membiarkan anak-anak berenang atau bermain air tanpa pendampingan orang dewasa dan tanpa pelampung.
Baca Juga : Seorang Pemancing di Sarolangun Diduga Tenggelam dan Hilang
Seterusnya siapkan peralatan pertolongan darurat di lokasi wisata. Pengelola wisata lokal maupun kelompok masyarakat diimbau menyediakan alat keselamatan dasar seperti ban pelampung (ring buoy), tali lempar (throw bag), dan petugas pengawas di sekitar lokasi.
Terakhir, panggil nomor darurat call center Basarnas. Jika melihat atau mengalami kondisi darurat/kecelakaan di perairan, segera hubungi emergency call center Basarnas di 115 (bebas pulsa) atau menghubungi instansi terkait ataupun perangkat desa setempat. (***)




