Akan Dibuka Sandiaga Uno, Intip Keunikan Festival Arakan Sahur di Tanjabbar

Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jambi yang memiliki tradisi unik di bulan Ramadhan yang bernama Arakan Sahur. Arakan sahur adalah merupakan aktivitas sekelompok orang yang membangunkan masyarakat untuk makan sahur. (WF)

Ungkap.co.id Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak tradisi budaya. Setiap tradisi budaya memiliki keunikan dan filosofi masing-masing. Contohnya di bulan Ramadhan, setiap daerah memiliki cerita dan cara masing-masing dalam menyambut dan memeriahkannya yang lambat laun menjadi tradisi yang dilakoni dari tahun ketahun.


Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jambi yang memiliki tradisi unik di bulan Ramadhan yang bernama Arakan Sahur. Arakan sahur adalah merupakan aktivitas sekelompok orang yang membangunkan masyarakat untuk makan sahur.

Bacaan Lainnya

Tradisi Arakan Sahur ini sudah ada sejak zaman dahulu. Bahkan sejak sebelum kemerdekaan RI dan baru tercatat di tahun 1966 yang kemudian terus dilaksanakan turun temurun sampai sekarang.

Pada awal awal pelaksanaan arakan sahur hanya sebatas aktivitas membangunkan sahur oleh sekelompok pemuda dengan menggunakan peralatan seadanya seperti ember, panci, dan besi atau bamboo sebagai alat pukul dengan menyerukan lagu / yel yel khusus. Namun saat ini dengan berjalannya waktu, arakan sahur sudah dikemas dalam bentuk festival.

Baca Juga : Hadiri Festival Nusantara Viking Bintan Island, Rudi Dukung Pertumbuhan Sektor UMKM


Pemkab Tanjung Jabung Barat melihat peluang dan potensi yang cukup bagus dan menjadikan arakan sahur sebagai Festival Arakan Sahur yang diselenggarakan setiap tahun di bulan Ramadhan.

Pelaksanaan Festival Arakan Sahur dilaksanakan setiap malam minggu selama bulan Ramadhan. Pesertanya terdiri dari orang dewasa hingga anak-anak.

Hal lain yang menarik dari festival ini, setiap peserta selalu berusaha menampilkan yang terbaik atas permainan musik dan keindahan maket yang dibuatnya. Ada yang membuat kapan-kapalan, Al Quran besar, miniatur masjid, dan lain-lain.

Baca Juga : Ribuan Wisatawan Padati Festival Bakar Tongkang di Rokan Hilir

Tradisi arakan sahur itu menjadi sebuah tradisi yang cukup unik karena mereka yang ikut dalam kegiatan tersebut harus berkeliling sepanjang jalan Tungkal dengan rute yang telah ditentukan.

Mereka juga harus memainkan alat musik yang mereka pertunjukan kepada masyarakat di sana sebagai bentuk cara mereka dalam membangunkan warga untuk melaksanakan sahur.

Baca Juga : Sejarah Tradisi Bakar Tongkang di Rohil: Awal Mula Kedatangan Etnis Tionghoa

Di Tahun 2024 ini, festival Arakan Sahur akan dibuka oleh Menteri Parekraf Sandiaga Uno pada tanggal 17 Februari 2024.

Dengan terpilihnya Festival Arakan Sahur kedalam 110 Event Terbaik Versi Kharisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, diharapkan dapat menyumbangkan kontribusi di sektor pariwisata dan kebudayaan serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi para pelaku Pariwisata dan dan budaya di Provinsi Jambi khususnya di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. (WF)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *