Turun ke Dusun dan Bermalam, Kasat Lantas Tampung Aspirasi Warga

Ungkap.co.id – Saat bermalam di Desa Sri Menanti Kecamatan Betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), berbagai kegiatan sosial dan keagamaan diikuti oleh dua Pejabat Utama Polres Tanjabbar tersebut, mulai dari salat maghrib dan salat isya berjamaah hingga yasinan rutin setiap malam Jum’at warga setempat.

Sebelum Yasinan rutin warga Desa Sri Menanti di mulai, Kabag Ren Kompol Agus Ruchimat dan Kasat Lantas Iptu Eko disambut baik oleh warga setempat, yang mana kehadiran Polisi Sambangi Warga serta bermalam di Desa jarang dilakukan, sehingga masyarakat menyambut baik.

Bacaan Lainnya

Yasinan rutin setiap malam Jum’at ini merupakan malam pertama digelar, yang mana sebelumnya sempat terhenti dikarenakan pandemi Covid-19, sehingga Kompol Agus Ruchimat memberikan himbauan terkait tatanan New Normal kepada masyarakat serta himbauan kamtibmas.

Terjadi tanya jawab, masyarakat Desa Sri Menanti sangat antusias dengan hadirnya Polisi ditengah mereka khususnya kehadiran Kasat Lantas Polres Tanjabbar yang biasanya di jalan raya, akan tetapi kali ini masuk ke Desa.

Ada beberapa pertanyaan yang disampaikan oleh warga kepada Kasat Lantas, mulai dari pembuatan SIM, Perpanjangan STNK, ganti Plat (Nomor Polisi) hingga Pajak Kendaraan bermotor.


Kasat Lantas Polres Tanjabbar Iptu Eko menjawab satu-satu pertanyaan yang diberikan, yang mana untuk pembuatan SIM, harus ada mekanisme sesuai prosedur.


Syarat pembuatan SIM tersebut tidak lah sulit, dengan datang ke Polres, membawa KTP, surat keterangan dari dokter serta mengikuti tes tertulis dan praktek hingga foto, dan membayar ke bank sampai di cetak SIM tersebut.

“Ini kita juga ada program kepada masyarakat bahwa akan diberikan SIM gratis bagi warga yang lahir pada tanggal 01 Juli,” lanjutnya.

Caranya dengan menunjukkan KTP dan mengikuti prosedur, nantinya akan di berikan SIM secara cuma-cuma ketika lulus pada saat ujian praktek dan teori.

Kasat Lantas juga menghimbau kepada masyarakat agar kiranya pada saat berkendara untuk tetap mematuhi peraturan lalu lintas, yang mana bertujuan bukan karena takut ada polisi, akan tetapi karena kesadaran dalam diri pada saat berkendara. (Isy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *