Ketua IMI Batanghari Minta Polisi Tindak Tegas Geng Motor dan Begal di Jambi

Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Batanghari, Darmawansyah, menyampaikan keprihatinannya terhadap semakin meningkatnya aktivitas geng motor dan pelaku begal yang meresahkan masyarakat. (Syah)

Ungkap.co.id Maraknya aksi geng motor dan begal yang terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Jambi terus menjadi perhatian berbagai kalangan. Selain menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, aksi kriminalitas tersebut juga telah menyebabkan banyak korban dan mengganggu keamanan serta ketertiban umum.

Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Batanghari, Darmawansyah, menyampaikan keprihatinannya terhadap semakin meningkatnya aktivitas geng motor dan pelaku begal yang meresahkan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, gerombolan geng motor tidak hanya melakukan konvoi yang mengganggu ketertiban, tetapi juga kerap terlibat dalam aksi tawuran antar kelompok di jalanan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan dan masyarakat sekitar.

“Geng motor dan begal saat ini sudah sangat meresahkan masyarakat. Banyak korban berjatuhan akibat ulah mereka. Selain itu, aksi tawuran antar kelompok yang sering terjadi di jalanan juga menimbulkan rasa takut bagi masyarakat yang melintas,” ujar Darmawansyah, Kamis (23/7/2026).

Ia menegaskan bahwa aparat penegak hukum harus bertindak tegas terhadap para pelaku kejahatan jalanan tersebut. Menurutnya, patroli rutin pada malam hingga dini hari perlu terus ditingkatkan untuk mencegah aksi geng motor, begal, balap liar, maupun tindak kriminal lainnya.

“Penegakan hukum harus dilakukan secara tegas agar memberikan efek jera kepada para pelaku. Selain itu, patroli malam harus terus digencarkan di titik-titik yang dianggap rawan terjadinya aksi kriminalitas,” katanya.

Baca Juga : Terungkap, Dua Pria Pencuri Motor di Kota Baru Ternyata Pelaku Begal Sadis di Jelutung

Darmawansyah juga menilai bahwa penanganan geng motor tidak cukup hanya mengandalkan aparat keamanan. Peran orang tua, pemerintah daerah, dan pihak sekolah sangat penting dalam melakukan pencegahan sejak dini.

Menurutnya, sebagian besar pelaku geng motor masih berusia remaja dan bahkan berstatus pelajar. Karena itu, pengawasan terhadap aktivitas dan pergaulan anak perlu ditingkatkan agar mereka tidak terjerumus ke dalam kelompok yang mengarah pada tindakan negatif maupun kriminal.

“Orang tua harus lebih aktif mengawasi anak-anaknya, terutama pada malam hari. Jangan biarkan anak keluar rumah tanpa tujuan yang jelas. Pemerintah dan sekolah juga harus memberikan pembinaan serta memperbanyak kegiatan positif agar generasi muda memiliki wadah untuk menyalurkan bakat dan energinya,” tegasnya.

Ia mendorong agar berbagai kegiatan olahraga, otomotif, seni, pendidikan, dan aktivitas kepemudaan lainnya lebih sering dilaksanakan guna menghindarkan remaja dari pergaulan yang berisiko.

“Dari pada ikut genk motor lebih baik mereka menyalurkan dalam olahraga bermotor yang menjadi agenda dari kami Ikatan Motor Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, Darmawansyah juga mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat berkendara di jalan raya. Ia mengingatkan agar pengendara tidak menggunakan atau memperlihatkan barang-barang berharga secara mencolok yang dapat memancing perhatian pelaku kejahatan.

“Ketika berada di jalan menggunakan sepeda motor, hindari memakai atau memperlihatkan barang berharga yang mencolok. Hal tersebut dapat menarik perhatian pelaku kejahatan seperti begal. Keselamatan dan kewaspadaan harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Darmawansyah berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Menurutnya, pemberantasan geng motor dan begal membutuhkan kerja sama antara aparat penegak hukum, pemerintah, sekolah, orang tua, serta masyarakat secara keseluruhan demi menjaga keamanan di Provinsi Jambi. (*/Syah)

Pos terkait