Karena Nafsu, Seorang Pria Perkosa dan Gorok Leher Siswi SMP di Sarolangun

Siswi SMP di Sarolangun diperkosa
Kapolres Sarolangun AKBP Imam Rachman (dua dari kiri) saat memperlihatkan barang bukti terhadap kasus perkosaan dan pembunuhan siswi SMP di Sarolangun dalam konferensi pers di aula Mapolres Sarolangun pada Kamis, 9 Maret 2023. Foto : Irwansyah

Ungkap.co.id Pelaku pemerkosaan dan pembunuhan terhadap gadis belia di Kabupaten Sarolangun akhirnya diamankan oleh Satreskrim Polres Sarolangun.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kapolres Sarolangun AKBP Imam Rachman. Imam mengatakan bahwa pelaku pemerkosaan dan pembunuhan terhadap gadis belia berinisial SA di semak-semak sudah berhasil diamankan.

Bacaan Lainnya

“Saat diamankan pelaku tidak melakukan perlawanan dan koperatif serta mengakui perbuatannya,” ujar Kapolres, Kamis (9/3/23) saat menggelar konferensi pers di aula Mapolres Sarolangun.

Baca Juga : Bejat! Seorang Paman Perkosa Ponakannya Berumur 14 Tahun hingga Hamil

Dijelaskan dia, untuk pelaku sendiri adalah Arpandi (43) warga Desa Tambang Tinggi Keamanan Cerminan Gedang dengan pekerjaan sebagai petani.

“Pelaku ini nafsu terhadap gadis belia tersebut, sehingga memiliki hasrat untuk memperkosanya,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Imam, pada saat korban hendak diperkosa oleh pelaku, korban sempat melakukan perlawanan dan berteriak. Karena panik, maka pelaku langsung menggorok leher korban dengan sebilah golok miliknya.

“Pelaku kita sangkakan pasal 81 Ayat 1/5 UU RI No. 17 Th. 2019 Junto Pasal 338 KUH-Pidana tentang Pemerkosaan dan Pembunuhan dengan ancaman hukuman minimal 10 tahun kurungan penjara maksimal hukuman mati,” pungkasnya.


Baca Juga : Ini Kronologis Dua Anak Remaja di Jambi Diculik dan Diperkosa 10 Pria

Seperti diberitakan sebelumnya, Kapolres menjelaskan kronologis kejadian bahwa sebelumnya korban S ini pergi bersama kedua orang tuanya ke ladang untuk meracun rumput yang jaraknya 5 kilometer.


“Ayah korban pergi duluan dengan mengendarai sepeda motor Supra X dan disusul oleh korban bersama ibunya dengan menggunakan sepeda motor Honda Beat warna biru,” ujarnya.

Setelah mengantarkan ibunya, korban S langsung pulang karena akan sekolah pukul 12.00 WIB. Pada saat pulang tersebut, korban S dihadang pelaku disebuah pondok dan pada saat itulah pelaku melakukan aksinya dengan membunuh korban hingga tewas.

“Pelaku juga sempat memperkosa korban sebelum dibunuh,” ujarnya, Rabu (8/3/23).

Baca Juga : Seorang Paman Perkosa Ponakannya Berumur 14 Tahun Sebanyak 3 Kali

Lebih lanjut Imam menjelaskan bahwa korban S ini ditemukan oleh kedua orang tuanya disebuah semak-semak. Di mana motor dan jasad korban berjarak 20 meter dengan kondisi tertutup daun dan kondisi lehernya tersayat serta ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

“Atas kejadian tersebut, orang tua korban langsung melaporkan ke pihak kepolisian dan kita melakukan penyelidikan olah TKP serta membawa serta membawa jenazah korban ke rumah sakit,” pungkasnya. (Syah)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *