Ungkap.co.id – Forum Musisi Jambi (FMJ) menggelar perayaan anniversary ke-15 bertajuk “Always Moving” dengan mengusung tema “Suara Solidaritas Sumatera”, Selasa (23/12/2025) malam, bertempat di Paviliun JBC, Jambi.
Kegiatan tersebut menjadi wujud konsistensi dan kebersamaan para musisi dalam menjaga semangat solidaritas, kreativitas, serta pergerakan musik yang terus hidup dan berkembang di wilayah Sumatera, khususnya Jambi.
Perayaan yang berlangsung meriah itu juga menjadi momentum refleksi perjalanan essential selama 15 tahun dalam mengawal geliat musik independen. Acara ini menghadirkan penampilan sejumlah musisi lintas genre, sekaligus menjadi ruang silaturahmi, kolaborasi, dan pertukaran gagasan antarpelaku seni musik.
Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya penonton yang memadati lokasi acara sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan ekosistem musik lokal.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jambi, Imron Rosyadi mengatakan Forum Musisi Jambi memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kecintaan dan rasa nasionalisme masyarakat terhadap musisi daerah.
Menurut Imron, dengan jumlah penduduk Jambi sekitar 3,5 juta jiwa, dukungan masyarakat melalui promosi dan penyebaran karya musisi lokal di media sosial berpotensi besar mendorong musik Jambi dikenal lebih luas.
“Oleh karena itu, kami berharap masyarakat Jambi memiliki pemahaman dan kepedulian untuk mendukung musisi-musisi lokal yang ada di daerah ini,” ujarnya saat menghadiri Anniversary ke 15 FMJ.
Baca Juga : Kepala BP Batam Dukung Penuh Kemajuan Industri Musik
Ia juga mengimbau agar musisi lokal diprioritaskan untuk tampil dalam berbagai kegiatan dan event. Menurutnya, tanpa dukungan masyarakat dan ruang tampil yang memadai, musisi daerah akan kesulitan mengembangkan potensi mereka.
“Kami mengimbau melalui kegiatan malam ini agar musisi lokal diprioritaskan hadir di tengah masyarakat. Selain sebagai sarana sosialisasi, hal ini juga bertujuan agar musisi lokal semakin dikenal luas,” katanya.
Lebih lanjut, Imron menjelaskan FMJ telah memiliki wadah promosi karya musisi Jambi melalui kerja sama dengan TVRI dan RRI Jambi, serta pemanfaatan ruang publik milik pemerintah seperti Taman Budaya.
“Taman Budaya merupakan ruang publik bagi musisi, seniman, dan budayawan untuk berkarya maupun menguji hasil karya mereka. Ke depan, kami berharap dukungan pendanaan dari Taman Budaya dapat mendorong FMJ menyelenggarakan event musik tahunan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Forum Musisi Jambi, Clizend, berharap FMJ ke depan dapat memperluas kolaborasi, termasuk dengan pelaku usaha seperti event organizer dan wedding organizer, agar musisi lokal memiliki lebih banyak peluang tampil di berbagai kegiatan.
“Insya Allah, FMJ telah menyiapkan masterplan menghadapi tahun 2026. Program jangka panjang kami adalah “Sound Optimang Volume Tiga”. Volume pertama telah dilaksanakan di RRI, dan ke depan kami berharap dapat berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan, serta media,” pungkasnya. (*/IR)




