Sumur Minyak Ilegal di Batanghari di Razia Tim Gabungan, Tutup 300 Sumur

  • Whatsapp
Sumur minyak ilegal di Batanghari
Tim gabungan Polda Jambi dan Pemkab Batanghari melakukan operasi razia illegal drilling di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, Rabu (7/4/2021). Foto : Syah

Ungkap.co.id – Direktur Reskrimsus Polda Jambi, Kombes Pol Sigit Dany Setiyono terjun langsung ke lapangan memimpin operasi razia illegal drilling di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, Rabu (7/4/2021).

Razia tersebut, Sigit didampingi Bupati Batanghari M. Fadhil Arief, Kapolres Batanghari AKBP Heru Ekwanto, Kajari, dan Pabung Kodim 0415/Bth, beserta Forkopimda Batanghari lainnya.

Bacaan Lainnya

Berangkat dari Polres Batanghari, rombongan menempuh jalan yang terjal dan berlubang. Menggunakan mobil, jarak tempuh hingga ke tujuan para rombongan memakan waktu 2 jam hingga sampai ke Desa Bungku.

Baca Juga : Tim Gabungan Tutup Sumur Minyak Ilegal di Batanghari

Kombes Pol Sigit didampingi Forkopimda Batanghari mengecek langsung sumur minyak ilegal yang dirusak dan ditutup oleh petugas gabungan Polda Jambi.

“Upaya yang dilakukan dalam konteks penegakan hukum dengan penertiban terhadap sumur-sumur minyak ilegal yang masih beroperasi agar tidak aktif lagi dan tidak bernilai ekonomis,” ujarnya, Rabu (7/4/21).

Baca Juga : Tutup 62 Sumur Minyak Ilegal, Ditreskrimsus Polda Jambi Tangkap 71 Tersangka

Dijelaskannya, pengrusakan sumur minyak ilegal ini yang menjadi salah satu kunci supaya pelaku atau pemodal yang masih menggunakan lahan Desa Bungku sebagai aktivitas illegal drilling tidak lagi kembali dan tidak lagi memiliki daya tarik.

Ia menyebutkan selama razia yang berlangsung sejak tiga hari lalu, pihaknya telah menutup hampir 300 sumur minyak ilegal dan 30 bak seller.

Baca Juga : Satgas Potong Pipa dan Tutup Puluhan Sumur Minyak Ilegal di Batanghari dan Sarolangun

“Luas area ini kurang lebih 40 hektar dan sudah dilakukan operasi. Namun, masih banyak potensi sumur-sumur ilegal yang belum disentuh karena kesulitan medan tempuh,” sebutnya.

Pos terkait

   
   
      

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *