Sudirman Zaini Diminta Maju Berpasangan dengan Dedi Putra atau Rhonal Febrian

Ungkap.co.id – Genderang Pilkada serentak khususnya Kabupaten Bungo sudah mulai terasa hawanya. Banyaknya calon bisa membuat masyarakat menentukan pilihan yang terbaik pada pilkada 2020 nanti.

Mantan Presiden BEM STIP sekarang UMB, M. Harri mengatakan, sosok Sudirman Zaini masih dibutuhkan untuk tampil sebagai kandidat Bupati Bungo Tahun 2020.

Bacaan Lainnya

“Pak Sudirman Zaini namanya masih bersih. Ketokohan dan kebapakan beliau masih melekat dihati masyarakat Bungo. Nama beliau masih harum di bumi langkah serentak limbai seayun. Beliau mantan Bupati Bungo 2010 – 2015. Beliau juga tokoh Pelepat dan istri beliau orang Jawa dari kader partai Nasdem yang merupakan pemenang kedua di kabupaten bungo,” katanya.

“Di samping itu adik beliau (Sudirman Zaini) M.Yusuf merupakan ketua partai Hanura Provinsi Jambi yang mempunyai 3 kursi di Kabupaten Bungo,” demikian ditegaskan Harri yang juga pemuda Pelepat Ilir ini.

Lebih lanjut diungkapkannya, jika banyaknya calon pada Pilkada tahun 2020 nanti, maka peluang Sudirman Zaini sebagai pemenang terbuka lebar.

“Beliau masih ada pendukung fanatik di Kabupaten Bungo. Pada Pilkada 2015 lalu, beliau memperoleh suara 66.971 (40.91 %), Pilkada kemarin hanya ada dua calon. Namun tahun 2020 nanti diperkirakan tentu banyak calon, kemenangan sangat terbuka untuk pak Sudirman Zaini,” ungkapnya.

Soal wakil dirinya menyarankan kepada Sudirman Zaini untuk memilih Dedi Putra, SH atau ponakannya Rhonal Febrian. Hal tersebut dikarenakan Dedi Putra, SH merupakan mantan Ketua DPRD Bungo, mantan anggota DPRD Provinsi Jambi.
Bukan hanya itu saja, nama beliau (Dedi Putra) masih harum di Kabupaten Bungo.

Sedangkan ponakan Dedi Putra yaitu Rhonal Febrian, merupakan tokoh muda Bungo yang berani dan eksekutor, mantan Presiden Mahasiswa STIP, mantan Ketua PMII, Mantan ketua Ansor, Bendahara NU Kabupaten Bungo, mantan tenaga Ahli DPRD Bungo, dan sekarang Tenaga Ahli program Kementrian Desa.

“Beliau (Rhonal Febrian) mempunyai jaringan yang kuat dari desa sampai ke pusat. Beliau sangat faham dengan pemerintahan dan beliau juga tokoh millennial serta orang sangat sederhana dan apa adanya. Insya Allah partai PKB bisa bersama beliau, artinya koalisi Nasdem, Hanura dan PKB sudah lebih dari cukup untuk Pilkada 2020,” pungkas Harri. (Dik)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *