Soal Bansos, Kapolres Tebo Ingatkan Para Kades

  • Whatsapp

Ungkap.co.id – Kapolres Tebo AKBP Abdul Hafidz Aziz mengingatkan para Kades dan perangkat desa se-Kabupaten Tebo untuk benar-benar menjalankan amanah dalam pendataan, penginputan, dan penyaluran Bansos kepada warga kurang mampu yang terdaftar sebagai penerima sehingga tidak ada yg dirugikan maupun tidak menjadi pemicu perselisihan yang berdampak.

“Dua minggu ini wilayah Kabupaten Tebo konduktifitas keamanannya mengalami ujian, mengingat di beberapa desa terjadi gesekan warga dengan perangkat desa,” katanya, Jumat (5/6/2020).

Bacaan Lainnya

   
   
      

Banyaknya protes warga kepada perangkat desa atas pendataan, pengimputan, penyerahan data penerima dan penyaluran Bansos hampir saja menjadi konflik diantara mereka.

Untungnya aparat keamanan dari Polres Tebo dan polsek jajaran dalam pendeteksian gejala-gejala tersebut dapat dilakukan sejak dini. Sehingga sebelum ada kejadian fatal, hal tersebut dapat dicegah melalui pengamanan langsung bersama dengan unsur TNI dalam hal ini pihak kodim 0416/Bute beserta jajarannya.

“Bansos tersebut peruntukannya guna mendukung ketahanan pangan warga kurang mampu sehingga untuk warga yang mampu hendaknya menolak penerimaan Bansos tersebut jika dirinya terdaftar,” ujarnya.

Pihak Polres Tebo selain mendatangi langsung lokasi yang terdeteksi ada kerawanan atas bansos ini juga telah mengundang beberapa Kades ke Polres Tebo.

   
   
      

Hal ini untuk memberikan pemahaman atas amanah yang diemban kepadanya agar dijalankan dengan baik. Pada prinsipnya para Kades berikut perangkatnya, di dalam proses pendataan tersebut harus melakukan musyawarah dan menghasilkan keputusan dengan diketahui warga dan disaksikan Bhabinkamtibmas dan Babinsa.

Setelah disepakati dan disetujui, tindakan kades beserta perangkatnya adalah menempelkan daftar penerima Bansos ditempat biasa warga datangi sebagai bentuk transparansi.

“Kepada warga untuk tetap dingin bila ada yang tidak pas, tidak perlu merusak fasilitas desa karena akan merugikan diri sendiri maupun warga lain yang membutuhkan fasilitas tersebut. Selain itu banyak kerugian lebih besar lainnya yang akan diakibatkan. Segala permasalahan semua bisa diselesaikan dengan musyawarah,” tegasnya. (Isy)

ungkap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *