Ungkap.co.id – Dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan strategis selama bulan suci Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, Pemprov Jambi menggelar kegiatan koordinasi dan sinergitas Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) kabupaten/kota se-Provinsi Jambi semester I tahun 2026, Kamis (26/2/2026), bertempat di Ballroom Swiss-Belhotel Jambi.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wagub Jambi H. Abdullah Sani serta dihadiri unsur Forkopimda kabupaten/kota se-Provinsi Jambi dan sekitar 150 peserta undangan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Gubernur Bank Indonesia Perwakilan Jambi Tedy Arif Budiman, Kapolda Irjen Pol Krisno H. Siregar, Dandrem 042/Garuda Putih Kolonel Inf. Nyamin, dan pejabat instansi terkait lainnya hingga bupati dan Wabup se-Jambi.
Dalam pemaparannya, Kepala BPS Provinsi Jambi menyampaikan bahwa inflasi year-on-year (y-on-y) Provinsi Jambi pada Januari 2026 tercatat sebesar 3,35 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 109,98. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Bungo sebesar 5,04 persen dan terendah di Kota Jambi sebesar 3,09 persen dengan IHK 109,30.
Inflasi y-on-y tersebut dipengaruhi kenaikan pada sembilan kelompok pengeluaran, di antaranya kelompok makanan, minuman dan tembakau; perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga; transportasi; hingga perawatan pribadi dan jasa lainnya.
Baca Juga : Satgas Kembali Cek Harga dan Stok Beras di Muaro Jambi dan Kota Jambi
Dalam arahannya, Wagub Jambi menegaskan pentingnya peningkatan sinergitas seluruh stakeholder dalam pengendalian inflasi, khususnya menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026 yang berpotensi meningkatkan kebutuhan bahan pokok masyarakat.
Ia juga mendorong pembinaan tata niaga melalui pembentukan asosiasi distribusi dan pedagang, serta pelaksanaan rapat rutin pengendalian inflasi di tingkat kabupaten/kota.
Sementara itu, Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Kombes Pol Erlan Munaji menegaskan komitmen Polda Jambi dalam mendukung penuh upaya pengendalian inflasi dan stabilitas pasokan pangan.
“Polda Jambi siap bersinergi dengan TPID dan seluruh instansi terkait untuk melakukan pengawasan distribusi bahan pokok, mencegah praktik penimbunan, serta memastikan kelancaran arus barang menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026. Kami juga akan mengintensifkan patroli dan monitoring di pasar tradisional guna mengantisipasi lonjakan harga yang tidak wajar,” tegasnya. (*/IR)





