Setitik Asa Tukang Ojek di Bungo Mengais Rezeki di Tengah Pandemi COVID-19

Ilustari tukang ojek sedang menunggu penumpang. Foto : Istimewa

Ungkap.co.id – Sejak virus Corona (COVID-19) melanda dunia hingga Indonesia, telah memaksa gaya hidup baru di masyarakat, termasuk dari sisi kehidupan dalam mencari rezeki. Menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) menjadi budaya sehari-hari warga setiap beraktivitas di luar rumah.

Dilancarkan rezeki di tengah bencana pandemi COVID-19 yang sedang melanda, siapa yang tidak berharap. Banyak yang mencari cara agar kondisi ekonomi tak semakin terpuruk di tengah musibah virus Corona ini.

Bacaan Lainnya

Perasaan ini pula yang dirasakan oleh Herman (50), warga Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo. Ia harus tetap kuat mengais rezeki meski di tengah pandemi COVID-19 sedang melanda negeri ini.

Sore ini, Jumat (21/1/2021), matahari mulai condong mengarah ke barat. Jarum jam sudah mendekati pukul 16.30 WIB, seorang pria paruh baya duduk termenung di persimpangan Tugu Adipura, Pasar Muara Bungo.

Baca Juga : Pahlawan Itu Adalah Tenaga Medis

Suara rakyat kecil yang menjerit karena himpitan ekonomi di tengah pandemi virus Corona menjadi persoalan diliematis.

Wajah lelaki tadi terlihat tidak jelas, karena tertutup balutan masker. Maklum, sesuai instruksi Pemerintah setiap beraktivitas di luar rumah harus memakai Alat Pelindung Diri (APD).

Namun yang jelas kegelisahan yang terekam dari tidak tenangnya cara duduk yang selalu berdiri ketika ada deruan suara mesin dari angkutan umum.

Lalu-lalang angkutan umum yang melintas silih berganti di atas badan jalan mulus itu.

Ya, ternyata kegelisahannya disebabkan tidak adanya para penumpang yang menggunakan jasanya sebagai ‘Tukang Ojek’ untuk mengantar penumpang ke alamat yang dituju.

Baca Juga : Karena Semangat dari Teman-teman, Aku Sembuh dari COVID-19

Sejak merebaknya virus Corona, termasuk Kabupaten Bungo, membuat perekonomian turun dratis. Dan itulah yang di semua lapisan termasuk pengemudi objek pendapatannya terjun bebas.

Penghasilan yang tak menentu ini terus dilakoni setiap pagi hingga menjelang tengah malam oleh Herman salah satu dari sekian orang yang bekerja sebagai ‘Tukang Ojek’ yang setiap saat dihantui akan virus Corona.

Pasca merebaknya virus corona pendapatanya terus tidak menentu, yang sebelumnya mampu menghasilkan uang untuk kebutuhan rumah sehari-harinya dan menabung, namun saat ini, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan keluarganya bahkan sangat terancam akan kebutuhan pokok rumah tangganya.

“Ada rasa ketakutan yang mendalam ketika ngantar pelanggan yang tidak diketahui indentitasnya. Tapi mau gimana namanya ‘Tukang Ojek’, tak diantar tak dapat uang dan tak ada belanja rumah,” ungkapnya dengan nada lirih.

Menurutnya, hanya keikhlasan dan berserah diri kepada Allah SWT. Yang penting menurutnya untuk saat ini harus mematuhi Protokoler Kesehatan dengan menggunakan masker sebagai untuk menghindari penyebaran virus Corona.

Baca Juga : Belajar Kampanye Protokol Kesehatan dengan Penyadap Karet di Bungo

Dia menceritakan selama pandemi Corona ini, banyak orang yang enggan untuk berpergian dan dan enggan menggunakan jasa ojek.

“Kalau untuk jaga jarak, ya rasanya gak mungkin karena saya ‘Tukang Ojek’, otomatis ketika antar penumpang pasti menempel dengan kita,” jelasnya.

“Corona itu nyata dan ada, cuma kapan berakhir. Saya harus tetap ngojek agar dapur saya berasap. Saya harus gunakan masker dan mematuhi protokol kesehatan agar terhindar dari penularan virus Corona,” kata dia menutup pembicaraan. (Dika)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *