Pria Cabuli Tiga Anak Saat Salat di Masjid, Akhirnya Ditangkap Jemaah

Pria di Bungo cabuli anak di dalam masjid
IMR (35) terduga pelaku pencabulan anak di bawah umur di dalam masjid saat diperiksa polisi. Foto : Istimewa

Ungkap.co.id – Seorang pria yang berprofesi sebagai pelayan disalah satu rumah makan di Kabupaten Bungo, ditangkap polisi setelah kedapatan melakukan aksi bejatnya terhadap anak di bawah umur.

Pelaku berinisial IMR (35), warga Kabupaten Tebo, diamankan warga usai melakukan aksinya di Masjid Al Jumhuriah, tepatnya di depan kantor Dharmawanita Kabupaten Bungo.

Kapolres Bungo AKBP Guntur Saputro, menyebutkan, pelaku yang diamankan karena telah melakukan perbuatan asusila di TKP yang sama sebanyak tiga kali.

“Ini kali ketiga pelaku melakukan perbuatannya, dua kali berhasil dan yang terakhir gagal. Dia digagalkan oleh remaja masjid yang menjadi korban pertama kali,” ujar Kapolres Bungo, Rabu (8/12/2021).

Baca Juga : Seorang Ayah Cabuli Anak Angkatnya masih di Bawah Umur hingga Hamil

Dijelaskannya, pelaku melakukan perbuatan tersebut, berpura-pura hendak melaksanakan salat Maghrib dan Isya, di dalam masjid tersebut.

“Modus pelaku melakukan aksinya, diwaktu salat Maghrib dan Isya, saat pelaku berpura-pura untuk melaksanakan salat. Untuk sasaran pelaku adalah anak-anak,” jelasnya lagi.

Pelaku diamankan warga, ketika dirinya hendak melakukan perbuatannya, saat korban sedang melakukan gerakan sujud, ketika sedang menunaikan ibadah salat Isya.

“Pelaku ditangkap, ketika korban berteriak dan jemaah masjid langsung mengamankan pelaku,” pungkasnya.

Baca Juga : Gadis di Bawah Umur Dibawa Kabur 3 Minggu di Hotel, Lalu Dicabuli

Sementara, Junaidi selaku ketua Masjid Al Jumhuriah mengatakan, pelaku diserahkannya setelah diamankan para jamaah lainnya, usai melakukan aksi bejatnya terhadap korban.

“Pelaku sudah kami serahkan kepada polisi,” katanya.

Kata Junaidi, pelaku merupakan orang luar yang sengaja datang kelokasi untuk melakukan perbuatannya, dengan menyasar anak-anak yang shalat di masjid tersebut.

“Bukan orang sini dan juga bukan jemaah sini,” imbuhnya. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *