Peringati HPN, Bupati Dedy Putra Cerita Defisit hingga Jemput Anggaran Bawa ke Bungo

Bupati Bungo, Dedy Putra (kiri) dan Pemred ungkap.co.id, Andika (kanan) berjabat tangan dalam acara HPN 2026 di rumah dinas Bupati Bungo, Selasa, 10 Februari 2026. (Dok)

Ungkap.co.id Pemkab Bungo memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke-80 tahun 2026 dengan menggelar silaturahmi bersama insan Pers di rumah dinas Bupati Bungo pada Selasa (l0/2/2026).

Turut hadir Bupati Dedy Putra didampingi Wabup Tri Wahyu Hidayat, Kadis Kominfosandi Taufik Hidayat, para Kepala OPD hingga unsur-unsur Forkopimda lingkup Pemkab Bungo. Adapun tema HPN kali ini, yakni pers sehat, ekonomi berdaulat, bangsa kuat.

Bacaan Lainnya

Bupati Bungo, Dedy Putra mengucapkan selamat HPN kepada seluruh awak media. Kemudian ia juga berterima kasih media yang telah membantu Kabupaten Bungo melalui penyampaian informasi kepada masyarakat.

“Semoga dengan hari Pers ini, dapat menjadi spirit dalam membangun koordinasi dan komunikasi dengan baik,” ujarnya.

Lebih jauh Dedy bercerita bahwa diawal kepemerintahannya Kabupaten Bungo mengalami defisit. Sehingga sebelum ia dengan Wabup Tri Wahyu Hidayat dilantik sudah membentuk tim transisi agar mengetahui bagaimana caranya Kabupaten Bungo ini tidak defisit.

Baca Juga : Dua Warga Bungo Edarkan Ekstasi dari Malaysia Diciduk Polisi

“Defisit itu pertama kali diketahui sebelum kami dilantik menjadi Bupati dan Wabup Bungo. Saat itu saya diundang oleh BPK dan diceritakanlah tentang defisit itu. Ya sekitar Rp70 miliar lah, namun berpotensi bisa mencapai ratusan miliar bila tidak ditangani dengan baik. Saya kaget. Terus saya tanya ‘gimana cara mengatasinya’. Kata BPK harus ada yang dipotong belanja anggarannya,” jelas Dedy.

Bupati Bungo, Dedy Putra saat memberikan sambutan dalam acara peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di rumah dinasnya, Selasa, 10 Februari 2026. (Dok)

Setelah ia dan Tri Wahyu Hidayat dilantik menjadi Bupati dan Wabup Bungo, barulah dirinya bekerja dengan bergerak cepat bersama Kadis terkait untuk mencari solusi yang terbaik.

“Kami bekerja keras. Kami atur dan pangkas pos ini itu yang tidak penting. Alhamdulillah defisit itu bisa diatasi,” ungkapnya.

Kemudian daripada itu, bilang Dedy, ia dan Wabup bekerja cepat dengan menjemput bola terkait anggaran yang bisa dibawa dari Pemprov, kementerian dan pemerintah pusat ke Kabupaten Bungo.

“Kami bekerja temui kementrian ini dan kementerian itu. Alhamdulillah sejak kami dilantik bulan Mei 2025 lalu, ada anggaran yang bisa dibawa ke Kabupaten Bungo. Karena kalau kita mengharapkan dari APBD Bungo, itu tidak cukup” imbuhnya.

Seperti, kata Dedy, perbaikan di irigasi Batang Uleh dengan anggaran puluhan miliar itu sudah dikerjakan akhir 2025 kemarin hingga sekarang.

Baca Juga : Tipu Orang Sebanyak Rp20 Juta, Seorang Pria Ditangkap Polres Bungo

“Di sini (irigasi Batang Uleh) dengan sepanjang kurang lebih 32 KM dapat mengaliri air ke ribuan hektar sawah. Irigasi ini dimulai dari Dusun Bukit Kemang hingga Dusun Tanah Bekali. Puluhan dusun dan ribuan hektar sawah yang dialiri irigasi Batang Uleh ini. Insya Allah kita optimis swasembada pangan nantinya,” ujarnya.

Lalu, kata Dedy, anggaran landasan Bandara Muara Bungo juga didapatkan. Hal ini agar pesawat sedang bisa mendarat dan terbang dari Bandara Muara Bungo.

“Kita sudah teken MoU nya, nggak lama lagi maskapai penerbangan Batik Air akan mengudara di Bandara Muara Bungo,” ujarnya Dedy lagi.

Selanjutnya, beber Dedy, jalan dari Muara Bungo ke Kuamang Kuning, Kecamatan Pelepat Ilir tahun ini mulai diperbaiki. Itu secara bertahap. Karena anggarannya belum mencukupi untuk memperbaiki semua kerusakan jalan yang sudah parah tersebut.

“Kita sudah hitung biaya perbaikan jalan tersebut. Itu butuh biaya ratusan miliar. Namun bertahap mulai diperbaiki. Kita akan bekerja keras menjemput dan mencari anggaran perbaikan jalan tersebut,” katanya.

Seterusnya jalan dari Muara Bungo ke Kecamatan Bathin III Ulu, Dusun Peninjau ke Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang dan di Jujuhan, itu akan diperbaiki juga.

“Namun kami minta masyarakat bersabar. Karena APBD kita tidak cukup membiayai semuanya. Kita akan bekerja dan cari cara mendapatkan anggaran perbaikan jalan tersebut,” kata Dedy.

Terkait kesejahteraan wartawan, Dedy meminta untuk bersabar dahulu. Karena ia masih mencari celah untuk pos anggarannya.

“Mungkin di perubahan nanti kita kaji lagi”.

“Kita optimis dalam membangun Kabupaten Bungo ini kearah yang lebih baik,” ia memungkasi.

Baca Juga : Bertemu Presiden Jokowi, Ketua Umum PWI Sampaikan Soal Kompetensi Wartawan

Sementara itu, Kadis Kominfosandi Bungo, Taufik Hidayat, mengajak para media untuk saling bekerjasama dan berkolaborasi dalam menyampaikan informasi kepada publik.

“Selama ini kita sudah menjalin komunikasi dan kerjasama yang baik, untuk itu mari kita tingkatkan lagi yang lebih baik,” katanya.

Sebelumya perwakilan insan Pers Kabupaten Bungo, Zakaria, mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Bungo yang telah memfasilitasi kegiatan Hari Pers Nasional ini.

“Kita menjalankan perannya masing-masing, baik media maupun pemerintah. Mari kita bersinergi dalam membangun Kabupaten Bungo ini kearah yang lebih baik. Kita tetap menjalankan tugas sesuai dengan kode etik jurnalistik,” katanya.

Ia juga menyinggung terkait Uji Kompetensi Wartawan (UKW) agar difasilitasi dan diselanggarakan oleh Pemkab Bungo. Hal ini mengingat agar wartawan di Bungo benar-benar bisa berkompeten dalam menjalankan tugas jurnalistiknya dengan baik. (Red)

Pos terkait