Ungkap.co.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Bungo melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan mental dengan tema kecemasan dan depresi.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari 2026, bertempat di ula Lapas Kelas IIB Muara Bungo dan diikuti oleh warga binaan dengan tertib dan antusias.
Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada WBP mengenai pengertian kecemasan dan depresi, faktor penyebab, dampak yang ditimbulkan, serta langkah-langkah pencegahan dan cara mengatasinya secara sehat dan tepat.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembinaan kepribadian guna mendukung kesehatan mental WBP selama menjalani masa pembinaan di dalam lapas.
Baca Juga : Lapas Narkotika Muara Sabak Musnahkan Barang Terlarang Hasil Razia
Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasibinadik) Lapas Kelas IIB Muara Bungo, Tiopan P. Situmorang, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kesehatan mental merupakan aspek penting yang harus diperhatikan dalam proses pembinaan warga binaan.
“Kesehatan mental memiliki peran yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan pembinaan. Melalui penyuluhan ini, kami berharap warga binaan mampu mengenali kondisi psikologisnya sendiri, memahami cara mengelola kecemasan dan depresi, serta memiliki kesiapan mental yang lebih baik dalam menjalani kehidupan ke depan,” ujar Tiopan P. Situmorang.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Sub Seksi Perawatan, Selamet Ari Raharjo, menegaskan bahwa kegiatan penyuluhan ini juga merupakan langkah preventif untuk mencegah munculnya gangguan kesehatan mental yang lebih serius di lingkungan lapas.
“Penyuluhan kesehatan mental ini menjadi upaya pencegahan sekaligus edukasi agar warga binaan tidak memendam permasalahan psikologis sendiri. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan mereka dapat mencari bantuan, beradaptasi secara positif, dan menjaga stabilitas mental selama menjalani masa pidana,” ungkap Selamet Ari Raharjo.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Muara Bungo berkomitmen untuk terus memberikan pembinaan yang menyeluruh, tidak hanya dari aspek fisik dan keterampilan, tetapi juga dari sisi kesehatan mental, guna mewujudkan warga binaan yang lebih sehat, sadar diri, dan siap kembali ke tengah masyarakat. (*/Syah)





