Ungkap.co.id – Program Inpres Jalan Daerah (IJD) yang digulirkan pemerintah pusat pada tahun 2023 terbukti membawa dampak signifikan bagi masyarakat Provinsi Jambi.
Perbaikan dan peningkatan ruas-ruas jalan strategis melalui skema tersebut tidak hanya memperlancar konektivitas antarwilayah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Memasuki tahun 2026, Provinsi Jambi masih menikmati keberlanjutan program IJD dari pemerintah pusat. Sejumlah ruas jalan yang sebelumnya dalam kondisi rusak berat kini akan disulab menjadi akses yang layak, aman, dan nyaman dilalui masyarakat.
Apa Itu IJD?
IJD atau Instruksi Presiden Jalan Daerah merupakan program percepatan penanganan jalan daerah yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Program ini diluncurkan pemerintah pusat sebagai respons atas banyaknya ruas jalan provinsi maupun kabupaten/kota yang mengalami kerusakan, namun memiliki peran vital dalam mendukung konektivitas dan distribusi logistik.
Baca Juga : Jalan Umum Dirusak dan Ditutup, Warga Demo ke Kantor DPRD Bungo
Melalui IJD, pemerintah pusat membantu pemerintah daerah memperbaiki jalan-jalan yang menjadi kewenangan daerah, terutama yang menghubungkan sentra produksi, kawasan pertanian, perkebunan, industri, hingga akses pendidikan dan kesehatan.
Di Provinsi Jambi, program ini menyasar sejumlah ruas strategis yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan masyarakat akibat kondisi berlubang, bergelombang, dan sulit dilalui saat musim hujan.
Manfaat Nyata bagi Masyarakat
Sejak mulai direalisasikan pada 2023, manfaat IJD langsung dirasakan masyarakat. Waktu tempuh antarwilayah menjadi lebih singkat, biaya transportasi menurun, serta risiko kecelakaan akibat jalan rusak dapat ditekan.
Para petani dan pelaku usaha kecil menengah (UMKM) menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya. Distribusi hasil pertanian seperti sawit, karet, dan komoditas pangan menjadi lebih lancar. Akses menuju pasar, pelabuhan, dan pusat distribusi pun semakin efisien.
Selain itu, akses masyarakat menuju fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan juga semakin mudah. Di beberapa wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau, kini kendaraan roda empat dapat melintas tanpa hambatan berarti.
Komitmen BPJN Jambi
Kepala Balai Dedy Hariadi, Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi sebagai perpanjangan tangan Kementerian PUPR di daerah menegaskan komitmennya dalam memastikan pelaksanaan IJD di tahun 2026 berjalan tepat sasaran, tepat mutu, dan tepat waktu.
Dedy Hariadi menegaskan BPJN Jambi tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kualitas konstruksi agar jalan yang dibangun memiliki daya tahan jangka panjang. Pengawasan ketat dilakukan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pemeliharaan.
Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui koordinasi intensif dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, sehingga ruas yang ditangani benar-benar menjadi prioritas kebutuhan masyarakat.
Selain itu, BPJN Jambi terus mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek, termasuk melibatkan pengawasan internal dan memastikan pekerjaan sesuai spesifikasi teknis.
IJD di Jambi sendiri mempunyai mutu dan kualitas yang sesuai standar. Terbukti pekerjaan IJD Tangkit atau tepatnya berada di Tugu Nanas Desa Tangkit Baru masih mulus walau telah memasuki usia 3 tahun.
Pekerjaan jalan aspal sepanjang 3,5 kilometer dan lebar 6 meter itu banyak diapresiasi oleh masyarakat maupun petani nanas.
Hal tersebut dikarenakan jalan yang bagus sehingga para pembeli nanas tidak ada lagi kendala masuk. Jalan yang bagus ini menjadi urat nadi perekonomian dan kepentingan masyarakat Tangkit Baru.
Beranjak ke ruas jalan lainnya yang mendapatkan IJD yakni Jalan Sp. Ahok (Kota Jambi) Simp. Pasar Buper – Bumi Perkemahan Pramuka (1,2,3) alias Ahok 1,2 dan 3 juga di Kecamatan Sungai Gelam juga masih terlihat mulus.
Baca Juga : Tuntut PETI Dihentikan, Warga Blokir Jalan ke Limbur Lubuk Mengkuang
Meskipun jalan tersebut sering dilalui masyarakat untuk mengangkut hasil perkebunan seperti Tebu dan Sawit bahkan truk batu bara namun jalan tersebut masih kokoh.
Hingga 2026, dukungan pusat terhadap Provinsi Jambi melalui skema IJD masih berlanjut. Hal ini menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur jalan di Jambi dinilai strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi regional, khususnya di wilayah Sumatera.
Dengan kondisi jalan yang semakin mantap, diharapkan konektivitas antar kabupaten/kota di Jambi semakin kuat dan mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi, investasi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Program IJD tidak sekadar pembangunan fisik semata, tetapi menjadi simbol kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat akses jalan yang layak, aman, dan berkelanjutan. (Viryzha)





