Hebohkan Provinsi Jambi, Inilah Kehidupan Pemenang Motor Lelang Jokowi

  • Whatsapp
Pemenang lelang motor Jokowi
ketua RT 20, Ibrahim, tempat tinggal M. Nuh pemenang lelang motor bertandatangan Jokowi. Foto : Isy

Ungkap.co.id – Dikira undian, ternyata yang diikuti acara pelelangan. Inilah potret kehidupan M. Nuh yang dikatakan sebagai pemenang pelelangan motor listrik Presiden Joko Widodo (Jokowi) Rp. 2,5 miliar.

Dari hasil pantauan di lapangan, rumah M. Nuh berbentuk semi permanen, dengan ukuran 4×5 m. Dan di depan rumahnya terdapat tulisan “Rumah Keluarga Pra Sejahtera Penerima Bantuan”.

Read More

Hasil dari wawancara, teman M. Nuh semenjak kecil, Alif, mengatakan, untuk keseharian M. Nuh (Nuh), ia adalah sebagai kuli bangunan sudah sejak lama. 

“Dia Kuli bangunan sudah sejak lama,” ujarnya saat ditemui di rumah Nuh, (21/5/2020).


Kata Alif, untuk kronoligis acara pelelangan motor Presiden, Alif mengakui tidak mengetahuinya.

“Kalo Nuh ikut pelelangam itu dak mungkin lah. Mungkin saja dia mengira itu undian. Karena kan acara itu langsung,” tambahnya.

Sementara, ketua RT 20, Ibrahim, mengakui bahwa Nuh tersebut, merupakan warga RT nya. Dan status pekerjaannya kuli bangunan, kalo untuk KTP nya buruh harian tetap.

“Mohon maaf, dia itu kuli bangunan. Saya bersama dia juga pernah bekerja sebagai kuli,” tuturnya.

Ibrahim menjelaskan, terakhir ia berkomunikasi dengan nuh 10 hari yang lalu dan Nuh ini hidup di rumah dengan seorang istri dan empat orang anak. Katanya, tadi ia menelpon anaknya dan kata anaknya Nuh ada di rumah.

“Saya berkomunikasi sudah 10 hari yang lalu. Tadi nelpon anaknya, katanya Bapak ada di rumah. Saya cek ternyata dia pegi. Mungkin dio pegi karena ingin menenangkan diri,” tutupnya.

Kapolda Jambi Irjen Pol Firman Shantyabudi, M.Si menegaskan bahwa pihaknya tidak benar menangkap Muhammad Nuh atau M. Nuh, pria yang sebelumnya memenangkan lelang motor listrik bertanda tangan Presiden Jokowi seharga Rp 2,5 miliar.

“Tidak benar ditangkap dan ditahan,” kata Firman, Kamis malam (21/5/2020).

Menurut Firman, setelah ditanya kepada yang bersangkutan, dia tidak paham telah mengikuti lelang. Dia mengira itu bakal dapat hadiah dari acara yang diikutinya tersebut.


“Karena ketakutan ditagih, dia justru minta perlindungan kepada pihak kepolisian. Jadi bukan ditangkap,” tegas Jenderal bintang dua tersebut. (Isy)    

   
      

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *