Ditlantas Polda Jambi tanamkan Disiplin Lalu Lintas Sejak Dini kepada Santri Ponpes

Subdit Kamsel Ditlantas Polda Jambi yang dipimpin langsung oleh AKBP Novrizal saat melakukan edukasi disiplin lalu lintas kepada santri Ponpes Sholeh Al Mubarok, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Rabu pagi. (IR)

Ungkap.co.id Suasana berbeda tampak di lingkungan Yayasan Pondok Pesantren Sholeh Al Mubarok, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Rabu pagi.

Biasanya dipenuhi lantunan ayat suci dan aktivitas belajar para santri, kali ini halaman pesantren menjadi ruang edukasi keselamatan berlalu lintas.

Bacaan Lainnya

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jambi melalui Subdit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) hadir langsung menyapa para santri lewat program police go to pesantren.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya di kalangan remaja.

Para santriwan dan santriawati dipilih sebagai sasaran utama karena dinilai memiliki peran strategis sebagai generasi muda yang kelak menjadi teladan di tengah masyarakat.

Menanamkan Kesadaran Sejak Dini

Dimulai sekitar pukul 10.00 WIB, kegiatan diawali dengan sambutan hangat dari pengurus pondok pesantren yang mengapresiasi kehadiran Ditlantas Polda Jambi. Edukasi kemudian disampaikan secara humanis dan komunikatif oleh personel Subdit Kamsel Ditlantas Polda Jambi yang dipimpin langsung oleh AKBP Novrizal.

Dalam penyampaian materinya, petugas tidak hanya menjelaskan aturan lalu lintas secara normatif, tetapi juga mengajak para santri memahami pentingnya keselamatan sebagai bagian dari tanggung jawab moral.

Baca Juga : Polantas Menyapa dan Subuh Berkah Polda Jambi Dekatkan Diri dengan Masyarakat

Mulai dari kewajiban menggunakan helm berstandar SNI, memahami fungsi dan arti rambu lalu lintas, hingga menanamkan prinsip 3 Siap sebelum berkendara, yakni Siap Diri, Siap Kendaraan, dan Siap Administrasi.

“Keselamatan di jalan bukan sekadar soal aturan, tapi soal kepedulian terhadap diri sendiri dan orang lain,” pesan Novrizal di hadapan para santri.

Interaktif dan Penuh Antusiasme

Suasana semakin hidup saat sesi tanya jawab dibuka. Para santri tampak antusias mengangkat tangan, bertanya seputar usia minimal berkendara, kelengkapan surat kendaraan, hingga risiko pelanggaran lalu lintas. Beberapa santri bahkan berani berbagi pengalaman mereka saat berkendara di jalan raya.

Sebagai bentuk apresiasi, tim Ditlantas Polda Jambi juga membagikan doorprize menarik kepada santri yang aktif dan mampu menjawab pertanyaan dengan benar. Tawa dan tepuk tangan pun mengiringi setiap momen, menciptakan suasana edukatif yang hangat dan penuh keakraban.

Membangun Karakter Taat Hukum

Novrizal menjelaskan bahwa kegiatan police go to pesantren ini merupakan agenda penting dalam rangka Operasi Keselamatan 2026. Selain memberikan pemahaman berlalu lintas, kegiatan ini juga bertujuan menjalin silaturahmi antara Polri dan lingkungan pesantren.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membentuk karakter generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, dan taat hukum, dimulai dari kesadaran berlalu lintas,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Direktur Lalu Lintas Polda Jambi, Kombes Pol Adi Benny Cahyono. Saat dikonfirmasi, ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari program Polantas menyapa yang menitikberatkan pendekatan persuasif dan edukatif kepada masyarakat.

“Kami berharap para santri tidak hanya memahami aturan lalu lintas secara teori, tetapi mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, menjadi contoh bagi keluarga, teman, dan lingkungan sekitarnya,” tegasnya.

Dengan menyasar lingkungan pesantren, Ditlantas Polda Jambi optimistis nilai-nilai kedisiplinan, kepatuhan, dan kepedulian terhadap keselamatan dapat tertanam kuat sejak dini, sehingga kelak melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan spiritual, tetapi juga sadar hukum dan berbudaya tertib berlalu lintas. (*/IR)

Pos terkait