Diseret dan Diikat, Lalu Suami Tusuk Kemaluan Istri Pakai Kayu

Suami pukul istri karena cemburu
Ilustrasi suami pukul istri. Foto : Istimewa

Seorang warga berinisial FDH di Desa Amuri, Kecamatan Lolowau, Kabupaten Nias Selatan kini telah meringkuk di penjara lantaran tega menganiaya AB (27) yang tak lain adalah istrinya sendiri.


Bahkan, tersangka menganiaya istrinya dengan cara menusuk kemaluan korban dengan menggunakan kayu.

Baca Juga : Istri Sayat Leher, Tusuk Perut, dan Potong Kemaluan Suami hingga Tewas

“Peristiwanya terjadi pada Sabtu, 4 Januari 2020, lalu,” kata Kapolres Nias Selatan AKBP I Gede Nakti seperti dikutip dari Medanheadlines.com–jaringan Suara.com, Minggu (1/3/2020).


Aksi sadis itu terjadi lantaran FDH terbakar cemburu.

Baca Juga : Perkosa Putrinya yang Berulang Tahun ke-13, Pelaku : Itu Kado Ultah

Nakti mengatakan, kasus ini berawal saat pelaku pulang ke rumah sekitar pukul 01.00 Wib. FDH langsung menuding sang istri selingkuh. Namun korban AB membantah.

Sebelum melakukan aksi kekerasan itu, tersangka bahkan mengancam sang istri degan sebilah pisau.

Baca Juga : Anak Bunuh Ibu Kandungnya Saat Mau Salat Tahajud dengan Parang

“Kubunuh kau kalau kau tidak jujur,” kata Kapolres menirukan percakapan tersangka dengan sang istri.

FDH yang kadung emosi lantaran bantahan itu langsung menganiaya korban. Aksi sadis itu dilakukan tersangka setelah menyeret istrinya ke dapur untuk dikat. Setelah itu, tersangka kemudian mengambil kayu dan menusukannya ke bagian vital sang istri.

Baca Juga : Baru Nikah dan Sebut Pemalas, Suami Bacok Leher Istri Nyaris Putus

Kapolres mengatakan, kasus ini terungkap setelah korban melarikan diri dan melaporkan kejadian itu ke polisi.

Tersangka FDH sempat buron sebelum akhirnya bisa diringkus polisi pada Februari lalu.

Baca Juga : Usai VC dengan Suami, Ibu Muda Gantung Diri di Depan Anaknya

“Kami berhasil meringkusnya pada 16 Februari lalu,” kata Nakti.

Atas perbuatannya itu, FHD terpaksa harus mendekam di penjara. Dia dijerat dengan Pasal 44 Ayat (1) UU RI No 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Sumber : Suara.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *