Dinas PUPR Kerinci Akan Usulkan Kembali Perbaikan Jalan Longsor untuk 2021

  • Whatsapp
Kondisi jalan kabupaten menuju kantor Bupati Bukit Tengah Kecamatan Siulak Mukai, Kabupaten Kerinci yang longsor. Foto : Harman

Ungkap.co.id, Kerinci – Hujan deras mengakibatkan bencana tanah tebing setinggi kurang lebih 30 meter di jalan kabupaten menuju kantor Bupati Bukit Tengah Kecamatan Siulak Mukai, Kabupaten Kerinci, longsor beberapa waktu yang lalu. Atas bencana tersebut, sempat menyeret sekitar 50 Cm pinggir dari badan jalan menuju kantor bupati dan perkantoran lainya.

Peristiwa bencana longsor tersebut tidak ada korban nyawa atau kerugian apapun, dengan kondisinya tidak mengancam pemukiman warga, namun potensi longsor susulan kemungkinan bisa terjadi. Terlebih di bagian atas tebing yang longsor ada genangan air.

Dengan antusias warga setempat bersama bagian tanggap darurat dinas PUPR Kabupaten Kerinci, beberapa waktu lalu secara bergotong royong berupaya mengurangi genangan air kolam tersebut guna untuk mencegah terjadinya longsor susulan.

Baca Juga : Longsor, Jalan Penghubung Sungai Penuh-Pesisir Selatan Sudah Bisa Dilalui Pengendara

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Kerinci, Maya Novefry, ST saat dikonfirmasi, Senin (2/11/2020) mengatakan bahwa penanganan lokasi longsor tersebut, tidak membutuhkan dana yang sedikit sehingga belum bisa dilaksanakan saat ini.

“Sampai saat ini masih belum diperbaiki, dikarenakan keterbatasan dana. Untuk perbaikan longsor itu butuh dana besar karena longsor tersebut diperkirakan lebih kurang sedalam 30 meter. Untuk perbaikan jalan yang amblas itu sudah kami hitung, diperkirakan habis dana ratusan juta bahkan bisa mencapai satu miliar rupiah. Anggaran di tanggap darurat tidak mencukupi, jika usulan anggaran tahun 2020, belum sempat dikerjakan namun kami akan usulkan lagi untuk anggaran tahun 2021 nanti,” katanya.

   
   
      

Ditambahkan lagi, tahun 2020 ini dana tanggap darurat di PUPR sangat minim, sehingga bencana yang sifatnya butuh dana ratusan juta rupiah tentu tidak dapat dikerjakan sekarang.

Menurutnya, di tahun 2020 ini juga terjadi pemotongan anggaran guna untuk penanganan Covid-19. Maka dari itu beberapa anggaran dana yang seharusnya untuk fisik, sebagian ada yang dialihkan untuk penanganan Covid-19. 

   
   
      

“Namun kita juga mengharapkan masyarakat juga mendukung untuk memberikan lahan untuk pergeseran badan jalan tersebut, tujuan mengurangi tekanan badan jalan yang longsor tersebut,” tutup Maya. (Harman)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *