Desak Kejari Sarolangun Usut Tuntas Laporan, APKK & RPI Berkoalsi, Akan Datangi Kejagung RI

Ungkap.co.id – Sejumlah aktivis asal Sarolangun mengadakan pertemuan membahas berbagai persoalan yang terjadi di Kabupaten Sarolangun terkait hasil dari pekerjaan pihak rekanan yang mengerjakan proyek pemerintah Kabupaten Sarolangun yang dinilai para aktivis diduga sangat janggal serta berkualitas rendah.

Pertemuan berlangsung di kantor LSM RPI di jalan Lintas Sumatera Sarolangun Bangko, tepatnya di Desa Bernai RT 04, Kelurahan Aur Gading.

Dari pertemuan itu telah disepakati bahwa Lembaga Swadaya Masyarakat Rakyat Peduli Indonesia ( RPI) dalam waktu dekat ini akan kembali mendatangi Kejagung RI.

Hal ini dikatakan Harkis pada media ini pada Senin (7/10/2019). Dikatakannya, pihaknya akan kembali mendatangi Kejagung RI terkait laporan yang masih saja diduga lambat ditangani oleh pihak Kejari Sarolangun. Padahal persoalan kasus pekerjaan pengerasan jalan Rijit Beton Panca Karya Meribung sudah diperintahkan oleh pihak Kejagung RI agar menindaklanjuti laporan tersebut. Namun hingga sejauh ini belum ada keterangan resmi dari hasil penyelidikan oleh pihak Kejari Sarolangun.

“Kita akan dorong lagi dari Kejagung RI agar Kejari Sarolangun jangan lalai terhadap laporan masyarakat, apalagi terkait persoalan dugaan tindak pidana korupsi,” katanya.

LSM RPI juga telah mendapat dukungan yang penuh dari sejumlah aktivis asal Sarolangun yang tergabung dalam Aliansi Pecinta Keadilan Kebenaran (APKK).

Iskandar selaku koordinator dari APKK saat diwawancara mengatakan, “iya dalam waktu dekat ini, kita akan berkoalisi bersama RPI terhadap apa yang telah kita laporkan kepada Kejari Sarolangun. Hal ini terkait pekerjaan pengaspalan jalan Simpang Guruh Baru, Kecamatan Mandiangin yang menurut kami harus secepatnya ditindaklanjuti. Karena kita takut pihak rekanan akan menghilangkan apa yang menjadi acuan dalam laporan kami, kita akan desak pihak Kejari Sarolangun dari Kejagung RI,” kata Iskandar.

“Sejauh ini kita belum diberitahukan oleh pihak Kejari Sarolangun terkait apa perkembangan dari laporan kami tersebut,” kata Iskandar lagi.

Untuk diketahui Aliansi Pecinta Keadilan Kebenaran (APKK) telah melaporkan dugaan tindak pidana korupsi pekerjaan pengaspalan jalan Simpang Guruh Baru, Kecamatan Mandiangin pada Kamis (3/10/2019) yang dikerjakan oleh pihak rekanan tahun anggaran 2018 yang lalu dengan total anggaran Rp. 19 miliar, tanpa memasang papan merek proyek. (An)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *