Bungo

Wednesday, 3 April 2019 - 22:53 WIB

1 year yang lalu

logo

Cerita Leluhur Asal Mula Dusun Candi & Gadis Candi Yang Lebih Dikenal Dengan Nama Sri Tanwah 

Ungkap.co.id – Di Jambi rombongan Mataram bertemu dengan Debalang raja Jambi yang  bertugas menyambut kedatangan rombongan tersebut. Sultan atau Raja Jambi tidak percaya begitu saja terhadap rombongan itu, terutama istri raja Jambi yang juga keturunan Mataram. 

Untuk meyakinkan, maka Sri Mangkubumi mengeluarkan gupil yang bertuliskan aksara Jawa. Sri Mangkubumi hanya memiliki 2/3 bagian gupil karena selebihnya disimpan oleh istri Sultan Jambi yang konon bernama ‘Ayunan Tunggal’. 

Setelah dicocokkan kedua gupil tersebut maka barulah rombongan itu dipercayai sebagai rombongan keluarga Kesultanan Mataram. Adanya bukti hubungan kekeluargaan itu juga menyebabkan rombongan mataram dilayani oleh kesultanan Jambi secara khusus, dengan senang hati.

Tidak beberapa lama rombongan beristirahat di Pusat Kesultanan Jambi, akhirnya rombongan diberi kuasa untuk mengambil wilayah dari Muara Sungai Tembesi hingga ke barat daerah Kesultanan Jambi yang berbatasan dengan Kerajaan Pagaruyung, Sumatera Barat.

Rombongan tersebut diiringi oleh beberapa orang utusan Kesultanan Jambi sebagai penunjuk jalan. Perjalanan diputuskan lewat air dengan menyusuri Sungai Batanghari dan diteruskan masuk ke Sungai Batangtebo terus menyusuri hingga ke hulu sungai. Perjalanan melelahkan itu memakan waktu yang cukup lama.

Perjalanan panjang itu juga mengantarkan rombongan pada daerah seperti Teluk yang bentuknya berkelok seperti meringkuknya kucing yang sedang tidur. Di seberang teluk itu terlihat daratan yang disinari rembulan. Untuk mengingat tempat tersebut rombongan menamai daerah tersebut Pulau Sri Bulan dan Teluk Kucing Tidur.

Rombongan tersebut menepi dan naik ke daratan. Di sanalah mereka memutuskan untuk menetap dan mendirikan pemukiman. Mereka membuat rumah besar yang dikenal dengan sebutan Balai Panjang yang kemudian ditetapkan menjadi nama daerah tersebut Balai Panjang (Desa Tanah Periuk hari ini). Sri Mangkubumi sendiri memutuskan tidak melanjutkan perjalanan itu dan menetap di Balai Panjang.

Setelah menetap sekian lama di Balai Panjang, diantara anggota rombongan tersebut ada pula yang memutuskan tetap melanjutkan perjalanan ke hulu sungai, mencari wilayah baru untuk ditempati. 

Perjalanan tersebut diikuti oleh seseorang yang berpengaruh pula yang bernama Sri Tanwah. Sri Tanwah sendiri adalah adik perempuan dari Mangkubumi yang konon terkenal kecantikannya. Kecantikan tersebut hingga hari ini diyakini dimiliki oleh keturunan beliau yang masih bertahan di daerah Candi (Desa Candi dan Sekitarnya).

Rombongan Sri Tanwah tersebut bertemu daratan seperti tanjung yang oleh rombongan dinamai Tanjung. Sebagian anggota rombongan itu pula memutuskan untuk naik ke daratan termasuk Sri Tanwah. 

Di atas daratan Tanjung tersebut terdapat bukit yang dinamakan Penggoda atau Pesiban Tanah, di sebelah barat bukit tersebut pula terdapat bukit yang dinamakan Bukit Setunggang atau Bukit Sangka Puyuh.

Tidak semua anggota rombongan ikut menetap pula bersama Sri Tanwah. Rombongan lainnya memutuskan meneruskan perjalan masuk ke anak sungai Batang Tebo bagian kiri yang dikenal dengan nama Sungai Batang Uleh. 

Dalam perjalanan tersebut rombongan melihat adanya sepah sirih dan asap menandakan adanya aktivitas penduduk di hulu sungai. Perjalanan diputuskan menuju arah asap yang terlihat tadi. 

Semak belukar tidak menjadi penghalang bagi rombongan. Semua ditebas oleh anggota rombongan. Namun saat perjalanan sudah hampir sampai, ternyata pedang salah satu anggota rombongan patah. Akhirnya diputuskan untuk menepi dan berhenti.

Disaat rombongan sedang beristirahat, terlihat ada sesosok wajah manusia yang terbang melayang ke Arah Teluk Kecimbung (Desa Teluk Kecimbung sekarang). Karena penasaran, semua anggota rombongan mengejar sosok tersebut dan terlihat bahwa yang mereka lihat bukanlah manusia melainkan ‘Mahluk Halus/Jin.

Rasa capek dan lelah yang sangat menjadikan rombongan tidak sanggup lagi meneruskan perjalanan. Anggo Karti salah satu rombongan Mataram memilih menetap di daerah tersebut. Sedangkan beberapa orang anggota rombongan lebih memilih kembali pulang ke Balai Panjang. Anggo Karti dan rombongan yang memilih menetap tersebut menamakan daerah tersebut Rambah (Desa Rambah sekarang).

Setelah sekian lama, rombongan Sri Mangkubumi menetap di Balai Panjang, maka rombongan tersebut banyak yang membuka daerah-daerah baru yang kemudian menjadi Desa- Desa pada hari ini.

Di mana konon katanya dahulu Gadis Candi (Sri Tanwah) berasal dari Kerajaan Mataram dan 3 Beradik yaitu Sri Mangkubumi yang singgah di Tanah Periuk atau Dusun Balai Panjang, adiknya, Sri Tanwah yang tinggal atau menempati Dusun Candi dan satu lagi yang bernama anggo karti yang menempati Dusun Rambah.

Konon katanya beliau adalah tiga bersaudara dan dipercaya adalah yang menapati pertama di dusun tersebut.

Konon katanya pula tepat di dusun yang terletak di pertengahan diantara kakaknya yaitu Tanah Periuk sebelah hilir sungai Batang Tebo dan Dusun Rambah di sebelah mudik atau hulu sungai Batang Tebo yang terletak di sungai Batang Uleh.

Sri tanwah seorang wanita yang konon katanya terkenal dengan kecantikannya yang luar biasa dan membuat lelaki banyak meliriknya. Makanya waktu itu dibuat satu rumah panggung yang sanggat tinggi dan tanpa menggunakan anak tangga untuk mengantisipasi suasana yang tidak kondusif, karena takut sang adik Sri Tanwah diculik oleh kelompok Belanda.

Sri Tanwah juga terkenal dengan pandai memainkan alat musik, seperti keluntang dan gong yang sangat merdu suaranya. Suara alat musik tersebut dipercaya oleh masyarakat setempat pada saat ini adalah bukti kasih sayang dari Sri Tanwah terhadap masyarakat Dusun Candi. Suara itu juga dipercaya untuk memberi tahu kepada masyarakat bilamana ada musibah besar yang melanda Dusun Candi tersebut.

Dusun candi yang terletak di Kecamatan Tanah Sepenggal ini dikenal tentram dan kecantikan wanitanya yang mana dipercayai mengikuti kecantikan dari gadis candiU yang di kenal dengan nama Sri Tanwah.

Hingga cerita ini terbitkan, penulis akan terus mencari dan menggali kisah ini. Nantikan cerita selengkap nya ya.

Penulis  :  M.Kodri

Artikel ini telah dibaca 2432 kali

Baca Lainnya