Cegah Longsor, Satgas Yonif R 142/KJ dan Warga Tanam Pohon Gamal dan Jambu Air Hutan

Ungkap.co.id – Dalam rangka penghijauan dan mencegah bencana tanah longsor, Satgas Pamtas RI-RDTL sektor timur Yonif Raider 142/KJ menanam 500 batang bibit pohon gamal dan bibit pohon jambu air hutan bersama lapisan masyarakat di Desa Nanaenoe Kecamatan Nanaet Dubesi Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur.

“Kegiatan Karya Bakti penghijauan berupa penanaman bibit pohon gamal dan bibit pohon jambu air hutan ini merupakan wujud kepedulian TNI terhadap wilayah perbatasan dan sebagai Bakti TNI terhadap masyarakat dengan berkerjasama bersama Instansi setempat,” ungkap Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos.,M.M selaku Dansatgas.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) dan jajaran Kodim 1605/Belu, Danramil 06 Halilulik Kapten Inf Jeremi, Wakapolres Belu Kompol Herman Bessie, tokoh agama Gereja Laktutus Pater Christoforus OFM serta lembaga adat Nanaenoe dan masyarakat setempat.

“Kegiatan penghijauan berupa penanaman pohon ini dipimpin langsung oleh Letda Inf M. Panjaitan selaku Danpos Nanaenoe bersama 6 orang personelnya,” tegasnya

“Kegiatan ini juga sebagai bentuk sinegritas TNI-Polri , Pemerintah setempat, tokoh agama, tokoh adat serta warga masyarakat Kecamatan Nanaet Dubesi terhadap kelestarian alam dan lingkungan, khususnya di daerah perbatasan Indonesi – Timor Leste,” ucapnya.

“Kegiatan ini tentunya dilaksanakan disamping tugas pokok Satgas Pamtas Yonif R 142/KJ dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan Indonesia – Timor Leste, Pembinaan Teritorial Satuan Non Komando Kewilayahan (Binter Satnonkowil) yang dilaksanakan melalui koordinasi bersama Satuan Komando Kewilayahan dan Instansi Pemerintah terkait,” ungkapnya lebih lanjut.

“Kegiatan Binter Satnonkowil ini salah satunya kami wujudkan melalui Karya Bakti penghijauan berupa penanaman bibit pohon gamal dan bibit pohon jambu air hutan di Desa Nanaenoe,” tambahnya.

“Wujud kepedulian TNI di daerah penugasan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya lingkungan bagi kelangsungan hidup manusia, serta untuk lebih mempererat hubungan tali silahturahmi yang terjalin selama ini dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat perbatasan, sehingga diharapkan dapat lebih memperkokoh kemanunggalan TNI dan rakyat,” jelasnya.

“Kami juga berharap, melalui kegiatan ini dapat lebih meningkatkan kesadaran kita tentang bencana tanah longsor yang akan berdampak pada timbulnya permasalahan sosial, sehingga kami mengundang tokoh adat dan seluruh masyarakat untuk hadir dan secara bersama-sama menjaga lingkungan wilayah perbatasan Indonesia – Timor Leste,” imbuh Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos.,M.M di Mako Satgas Atambua (2/2/2020).

Sementara itu, Pater Crisforus OFM selaku tokoh agama di Desa Nanaenoe mengucapkan terima kasih kepada personel TNI khususnya Satgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ yang telah peduli terhadap kondisi lingkungan wilayah di perbatasan.

“Saya mewakili masyarakat Desa Nanaenoe mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak TNI yang telah mengajak warga untuk penanaman pohon di daerah titik rawan bencana tanah longsor di Desa Nanaenoe, semoga dapat menumbuhkan kesadaran bagi kami semua tentang pentingnya pencegahan bencana alam sejak dini melalui penghijauan alam sekitar kita,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Letda Inf M. Panjaitan selaku Danpos Nanaenoe menyampaikan tanggapannya tentang kegiatan penghijauan di Desa Nanaenoe.

“Mari kita bersama-sama menjaga dan merawat apa yang telah kita lakukan hari ini demi kelangsungan masa depan generasi kita, slah satunya melalui lingkungan yang hijau dan sehat,” tandasnya. (Isy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *