Bocah yang Hanyut di Drainase di Kota Jambi Ditemukan Sejauh 5 KM

Tim SAR saat melakukan evakuasi terhadap jenazah Aisyah (5), bocah yang terseret arus drainase. (Dok SAR Jambi)

Ungkap.co.id Seorang bocah perempuan bernama Aisyah (5), warga RT 45, Kelurahan Simpang III Sipin, Kota Jambi, ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya diduga hanyut terbawa arus drainase.

Korban ditemukan tersangkut di semak-semak drainase RT 14, Jalan Sunan Bonang, Kelurahan Simpang III Sipin, dengan jarak sekitar 5 kilometer dari lokasi awal kejadian, Sabtu, 13 Desember 2025.

Bacaan Lainnya

Dantim Operasi SAR Kantor SAR Jambi, Djuniato, mengatakan proses pencarian dilakukan secara menyeluruh dengan menyusuri aliran drainase hingga beberapa kilometer dari titik awal korban diduga hanyut.

“Tim melakukan penyisiran mengikuti aliran drainase dengan dukungan peralatan. Hingga akhirnya korban ditemukan tersangkut di semak-semak dengan jarak kurang lebih 5 kilometer dari lokasi awal,” ujar Djuniato dalam rilis resminya yang diterima redaksi.

Baca Juga : Hendak Lihat Pancing di Sungai, Warga Bungo Kaget Lihat Mayat Mengapung

Lanjut Djuniato, setelah ditemukan, korban segera dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Peristiwa tragis ini bermula pada Sabtu sore sekitar pukul 16.00 WIB, saat korban bermain hujan di sekitar Perumahan Sigasland RT 45. Diduga korban terpeleset dan terseret arus drainase yang deras akibat hujan.

Kantor SAR Jambi menerima laporan kejadian tersebut pada pukul 18.30 WIB dari Camat Kota Baru. Menindaklanjuti laporan tersebut, sebanyak 8 personel rescuer diberangkatkan dan tiba di lokasi pada pukul 18.55 WIB untuk melakukan pencarian.

Kepala Kantor SAR Jambi, Adah Sudarsa, menyampaikan bahwa dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dihentikan.

“Dengan ditemukannya korban dalam kondisi meninggal dunia, operasi SAR terhadap korban hanyut dinyatakan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim SAR gabungan dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian,” ungkap Adah.

Dalam operasi ini, Tim SAR gabungan melibatkan unsur Basarnas Jambi, Polresta Jambi, BPBD Kota Jambi, Damkartan Kota Jambi, serta dibantu oleh masyarakat setempat. Peralatan yang digunakan antara lain rescue car, rubber boat,serta peralatan komunikasi dan navigasi. (***)

Pos terkait