Berkat Kegigihan Bidan Desa Sosialisasi Prokes, Virus Corona Lenyap

  • Whatsapp
Bidan sosialisasi protokol kesehatan
Bidan Oktarini sedang melakukan kegiatan Posyandu dan di sela-sela melakukan sosialisasi protokol kesehatan pencegahan COVID-19 kepada ibu-ibu di Poskesdes Tanjung Beringin, Dusun (Desa) Bukit Kemang, Kecamatan Tanah Tumbuh, Kabupaten Bungo, Selasa (23/2/2021). Foto : Dika

Ungkap.co.id – Virus COVID-19 entah kapan berakhir. Setiap hari selalu saja ada yang terkonfirmasi positif dan juga meninggal dunia. Walaupun pemerintah sudah mengambil kebijakan terkait pencegahan, yakni dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) dan penindakan, namun itu belum mampu menghentikan penyebaran dari virus Corona tersebut.

Kekinian Pemerintah Indonesia sudah menyiapkan vaksin Sinovac untuk masyarakat. Dengan tahap awal ini diperuntukkan untuk kepala negara, kepala daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tenaga kesehatan serta beberapa tokoh yang berpengaruh terhadap kepercayaan publik. Hal ini agar publik percaya bahwa vaksin COVID-19 tersebut benar-benar aman dan halal digunakan.

Bacaan Lainnya

Kegiatan vaksinasi ini sudah memasuki tahap kedua bahkan sudah sampai ke daerah, termasuk di bumi langkah limbai seayun, yakni Kabupaten Bungo.

Bupati Bungo, Mashuri, Wabup Bungo, Safrudin Dwi Aprianto, Kadis Kesehatan Kabupaten Bungo dan tenaga kesehatan hingga sampai ke tingkat Puskesmas, para petinggi unsur-unsur Forkopimda Kabupaten Bungo, itu sudah divaksin tahap kedua. Selanjutnya untuk masyarakat umum masih menunggu instruksi dari Pemerintah Pusat.

Namun terlepas dari itu semua, marilah kita menengok perjuangan seorang bidan desa bantu yang berstatus honorer tenaga kerja sukarela dalam mencegah penyebaran virus COVID-19.

Baca Juga : Catat! Ini Jadwal Diberlakukan Tilang Elektronik di Kota Jambi

Nama bidan desa itu adalah Oktarini. Dia menjadi bidan desa Bukit Kemang, tepatnya di Kampung Tanjung Beringin dan Dusun Baru, Kecamatan Tanah Tumbuh.

Sebenarnya di desa itu sudah ada bidan desa, namun mengingat Kampung Tanjung Beringin dan dan Dusun Baru yang terletak berjarak lebih kurang sekitar 7 KM dari kantor desa dengan jalan yang masih tanah, maka ditambah lagi bidan desa tersebut, yakni Oktarini.

Rini demikian nama panggilannya, terlihat sedang sibuk melakukan imunisasi terhadap balita di rumah bidan desa, layaknya sebagaimana Standar Oprasional Prosedur (SOP) yang ada.

Baca Juga : Tak Kenal Lelah, Dinkes Bungo Terus Sosialisasi Protokol Kesehatan

Namun di sela-sela itu jelas terdengar di telinga suara dia sedang mengedukasi ibu-ibu untuk tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

“Kepada ibu-ibu pakailah masker, tolong jaga jarak, dan sering mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir”.

“Itu supaya apa ibu-ibu? ayo… Itu agar kita terhindar dari penularan virus Corona. Virus Corona itu berbahaya ibu-ibu, jadi ibu-ibu jangan dianggap remeh ya. Ibu-ibu tidak tahu kan diantara kita sebelum ke sini datangnya dari mana. Nah, untuk itu kita harus mematuhi protokol kesehatan tersebut, ya ibu-ibu,” itulah kata Rini, Selasa (23/2/2021) sekitar pukul 10.30 WIB yang berhasil dikutip Ungkap.co.id.

Baca Juga : Setitik Asa Tukang Ojek di Bungo Mengais Rezeki di Tengah Pandemi COVID-19

Selesai kegiatan itu, Ungkap.co.id berkesempatan berbincang-bincang dengan Rini yang masih berstatus gadis tersebut.

Rini bercerita bahwa cara dia dalam mensosialisasikan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 kepada masyarakat. Dia mengatakan bahwa pada kesempatan kegiatan imunisasi inilah dianggap salah satu cara yang efektif dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat agar mau mematuhi protokol kesehatan.

“Kita kan menyadarkan ibu-ibu dengan bicara yang baik-baik. Kita juga mempersilahkan ibu-ibu untuk bertanya ibu-ibu seputar virus Corona. Hal ini agar ada respon dan terjadi hubungan yang baik. Kita kasih pemahaman virus Corona itu apa sih, bagaimana penularannya, dan bagaimana pula cara mencegahnya. Sampai-sampai ibu-ibu itu mengerti dan sadar berapa pentingnya mematuhi protokol kesehatan tersebut,” kata dia.

Baca Juga : Pahlawan Itu Adalah Tenaga Medis

Menurut dia, kegiatan sosialisasi pencegahan COVID-19 itu bukan kali pertama dia lakukan. Setiap ada imunisasi, maka kesempatan itu dia gunakan untuk menyadarkan masyarakat agar patuh terhadap protokol kesehatan.

“Kita mensosialisasikan protokol kesehatan itu bukan hanya pada kesempatan imunisasi aja ya, di lingkungan tempat tinggal kita sosialisasikan juga. Saya tinggal jauh dari sini. Di tempat tinggal saya sering melakukan sosialisasi, kadang satu Minggu itu dua kali dan satu kali. Itu terus berjalan,” jelasnya.

Dia berucap bahwa kegiatan sosialisasi protokol kesehatan ini sudah lama dilakukan ke masyarakat. Hal ini agar masyarakat sadar bahwa virus Corona itu memang ada dan berbahaya sehingga sadar pula cara pencegahannya seperti apa.

“Kegiatan sosialisasi ini sudah lama saya lakukan. Kegiatan ini tak akan berhenti hingga virus Corona musnah di muka bumi,” ungkapnya.

Baca Juga : Karena Semangat dari Teman-teman, Aku Sembuh dari COVID-19

“Alhamdulillah di desa ini hingga sekarang tidak ada yang terkonfirmasi positif COVID-19,” tambahnya.

Berdasarkan penelusuran Ungkap.co.id di Dinas Kesehatan dan Tim Gugus Tugas penanganan COVID-19 Kabupaten Bungo, memang hingga berita ini diterbitkan, belum ada warga Desa Bukit Kemang yang terkonfirmasi positif COVID-19.

Dari cerita Rini tersebut dapat disimpulkan bahwa berkat kegigihan dalam sosialisasikan protokol kesehatan pencegahan COVID-19, dapat memberantas penyebaran dan penularan virus Corona. (Dika)

Pos terkait

   
   
      

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *