Nasional

Wednesday, 12 February 2020 - 00:34 WIB

2 months yang lalu

logo

Ilustrasi

Ilustrasi

Akui Lemas, Istri Tetap Layani 4 Rekan Suaminya dan Diupah Rp 25 Ribu

Lelaki berusia 28 tahun berinisial SS, warga Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, dibekuk polisi karena tega menjajakan istri sendiri ke banyak rekan-rekan sekerja.

SS menjual sang istri berinisial F (23) kepada teman-temannya seharga Rp 25 ribu. Kalau rekan-rekannya minta adegan hubungan badan direkam video, SS meminta tambahan Rp 25 ribu lagi.

Baca Juga : di Sarolangun, Istri Hamil 2 Bulan Bantu Suami Perkosa Seorang Gadis

“Pelaku kami tangkap, karena menjual istrinya untuk disetubuhi kawan-kawannya,” kata Kapolres Pasuruan Kota Ajun Komisaris besar Dony Alexander, seperti diberitakan Suaraindonesia.co.id—jaringan Suara.com, Selasa (11/2/2020).

Baca Juga : Perkosa Putrinya yang Berulang Tahun ke-13, Pelaku : Itu Kado Ultah

Dony mengatakan, polisi langsung cepat bergerak menangkap pelaku setelah mendapat laporan dari istri tersangka alias korban pada Minggu (09/02/2020).


“Aksi ini dilakukan pelaku sejak Februari 2019 lalu dan baru terungkap Februari 2020 ini,” kata dia.

Baca Juga : Kejam! Remaja Usia 15 Tahun Diperkosa 30 Kali Oleh Ayah Tirinya

Berdasarkan keterangan F kepada polisi, korban mengaku tidak berani melawan suaminya karena takut dan diancam.

F terpaksa melayani 4 rekan sekerja sang suami meski sudah mengakui lemas tak berdaya, saking takutnya dia kepada SS.

Baca Juga : Siswi SMA Diperkosa 5 Pria Dari Jam 10 Malam Hingga Pukul 10 Pagi

Selain menangkap suami korban, polisi juga menangkap 4 rekan pelaku yang menyetubuhi F. Keempatnya adalah H (36) dan R (34), warga Desa Sambirejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan.


Baca Juga : Bejat! Kakek Tua Bangka Perkosa Anak di Bawah Umur Hingga Hamil 2 Bulan

Begitupun B (22), warga Desa Toyaning, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan dan SR (28), asal Desa Kedawang, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan juga dibekuk oleh aparat.

“Pelaku kami jerat pasal berlapis. Di antaranya UU KDRT karena ada unsur kekerasan, UU TPPO karena pelaku mengambil keuntungan dalam aksi tersebut, dan UU Pornografi, karena memproduksi video asusila,” kata Dony.

Sumber : Suara.com

Artikel ini telah dibaca 16474 kali

Baca Lainnya